Malaysia Berlakukan Keadaan Darurat Covid-19 hingga Agustus

Malaysia memberlakukan darurat corona hingga 1 Agustus. (Foto: AP/Vincent Thian)


Jakarta, Raja Al-Sultan Abdullah Ahmad Shah mengumumkan bahwa Malaysia memasuki keadaan darurat untuk mengekang penyebaran virus corona.

Pihak istana mengatakan Raja Abdullah telah menyetujui permintaan pemerintah untuk mengeluarkan perintah darurat yang akan berlaku hingga 1 Agustus atau lebih awal jika penyebaran virus corona dianggap terkendali.

"Al-Sultan Abdullah berpandangan bahwa penyebaran Covid-19 di negara ini berada pada tahap yang sangat kritis dan perlu ada keputusan Proklamasi Darurat," kata pengawas keuangan kerajaan Ahmad Fadil Shamsuddin dalam sebuah pernyataan pers.

Dengan memperhatikan kondisi tempat tidur dan slot perawatan intensif Covid-19 di rumah sakit yang hampir penuh, Raja Abdullah menyetujui keadaan darurat sebagai langkah proaktif untuk mengontrol dan meratakan kurva harian infeksi virus corona.


Mengutip Reuters, pernyataan itu juga mengatakan bahwa pemerintah akan membentuk komite independen bipartisan yang terdiri dari anggota parlemen dan ahli kesehatan untuk merekomendasikan penghentian keadaan darurat lebih awal jika memungkinkan.

Lebih lanjut, kata Fadil, Raja prihatin atas dampak bencana banjir nasional dalam beberapa hari terakhir dan meningkatnya infeksi Covid-19 "yang jika tidak dikendalikan secara efektif, akan membahayakan kesehatan masyarakat dan kesejahteraan bangsa".

Selama sepekan terakhir, Malaysia mencatat lebih dari 2 ribu kasus baru setiap hari, bahkan pernah menembus 3 ribu kasus. Sistem perawatan kesehatan di Malaysia dilaporkan mulai kewalahan menangani pasien Covid-19 yang berdatangan.

Rumah sakit dan pusat karantina Malaysia kini hanya menyisakan sekitar 100 tempat tidur yang disediakan untuk pasien Covid-19.

Data statistik John Hopkins University mencatat hingga saat ini Malaysia melaporkan 138.224 kasus Covid-19 dengan 555 kematian.


Sumber :cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.