Maskapai Belum Isi Penuh Kursi Pesawat Meski Dibolehkan

Maskapai penerbangan menerapkan jaga jarak antar penumpang untuk menekan risiko penyebaran virus corona. Ilustrasi. (Safir Makki).


Jakarta, Sejumlah maskapai masih belum mengisi penuh kursi penumpang untuk tiap penerbangannya meski Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tak lagi memberlakukan pembatasan maksimal 70 persen dari kapasitas penumpang.

Maskapai Sriwijaya Air, misalnya, masih mengikuti aturan lama yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan nomor 13 tahun 2020.

"Sampai saat ini kami masih (batasi load factor) 70 persen," ucap Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Theodora Ericka kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/1).


Selain itu,lanjut Theodora, Sriwijaya Air tetap memberlakukan pengecekan dan mewajibkan penumpang menunjukan hasil rapid test antigen dan PRC test. "Kami mengacu pada aturan, namun belum ada pembahasan lebih dalam perihal ini (kapasitas penumpang 100 persen)," imbuhnya.

Hal serupa juga dilakukan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan tiap deret kursi di dalam pesawat tetap harus dikosongkan satu.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan physical distancing atau jaga jarak tetap dijalankan dengan ketat di dalam pesawat. "Kami memastikan distancing tetap dijalankan di pesawat Garuda," ujarnya.

Sementara itu, Kemenhub belum berencana mengubah kebijakan terkait tingkat keterisian (passenger load factor) penumpang 100 persen untuk angkutan udara.

Kepala Bagian Kerja Sama Internasional, Humas dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Budi Prayitno mengatakan kebijakan soal tingkat keterislah penumpang tetap mengacu pada SE Menhub nomor 3 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Trasnportasi Udara dalam Masa Pandemi Covid-19.

Namun, pengetatan tetap dilakukan dalam bentuk rapid test antigen atau PCR test.

"Terkait dengan load factor di pesawat 70 persen, dengan SE nomor 3 tahun 2021 sudah tidak dibatasi, namun dilakukan dengan pengetatan," jelasnya.


Sumber :cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.