Mengenal 10 Jenis Tradisi Unik dan Ekstrem Asal Indonesia

https: img.okezone.com content 2020 01 15 337 2153338 mengenal-10-jenis-tradisi-unik-dan-ekstrem-asal-indonesia-uajelgihJ5.jpg
Ilustrasi Debus (Foto: Okezone)

Indonesia memiliki keanekaragaman bentuk dan budaya yang unik paling banyak di dunia. Setiap budaya memiliki tradisi yang berbeda sesuai adat istiadat dan keyakinan masing-masing.

Berikut macam-macam tradisi asal daerah yang telah dirangkum Okezone dari berbagai sumber:

1. Tradisi Debus

Debus

Tradisi Debus merupakan tradisi yang terkenal di daerah Banten, Jawa Barat. Debus sering menjadi ajang pertunjukkan bagi masyarakat di Banten. Tradisi ini terbilang ekstrim, tetapi memiliki keunikan di dalamnya.

Adapun pertunjukkan Debus, yaitu setiap anggota melakukan beberapa adegan seperti menusuk perut dengan tombak, menyayat bagian anggota tubuh dengan golok, memakan api, memasukkan jarum kawat ke dalam lidah, kulit pipi dan anggota tubuh lainnya hingga tembus tanpa mengeluarkan tetes darah.

Usut punya usut, tradisi Debus merupakan bentuk keberanian untuk melawan penjajah.

2. Tradisi Potong Jari

Potong

Tradisi yang terdengar ekstrem di telinga masyarakat ini berasal dari Papua, tepatnya Suku Dani. Tradisi potong jari yang disebut 'Ikipalin' sebagai tradisi untuk menunjukkan kesedihan karena ditinggal oleh salah satu anggota keluarga.

Menurut kepercayaan Suku Dani, jari memiliki arti yang mendalam dan disimbolkan sebagai bentuk keturunan, kebersatuan, dan kekuatan baik dalam diri manusia maupun keluarga.

3. Tradisi Pukul Sapu

pukul

Baku Pukul atau biasa disebut Pukul Menyapu merupakan tradisi unik dan esktrem yang berasal dari Maluku Tengah. Tradisi ini biasanya dipentaskan di Desa Mamala dan Desa Morella, Maluku Tengah. Pertunjukkan Pukul Sapu digelar setiap hari ke-7 Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri.

Tradisi Pukul Sapu biasanya dilakukan oleh anggota desa yang saling memukul menggunakan sapu lidi, sebagai alat utama hinga berdarah. Uniknya, dari tradisi Pukul Sapu membuat suasana menjadi akrab setelah melakukan atraksi tersebut.

Filosofi dari tradisi Pukul Sapu, yakni sebagai pengingat Pasukan Telukabessy ketika berperang untuk mempertahankan Benteng Kapapaha dari serangan penjajah.



Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.