Menilik Sejarah Imlek, Perayaan Terpenting Masyarakat Tionghoa

Menilik Sejarah Imlek, Perayaan Terpenting Masyarakat Tionghoa
Ilustrasi Imlek. Foto: AFP/STR

Tahun Baru China atau Imlek tahun ini jatuh pada tanggal 12 Februari 2021. Sama seperti hari-hari besar lainnya, Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting masyarakat Tionghoa.
Sebelum ada pandemi, beberapa festival digelar untuk memeriahkan Hari Raya Imlek. Makanan khas Tionghoa, lampion, kertas, petasan, hingga angpao serba merah turut memeriahkan Tahun Baru China ini.
Lalu, seperti apa sejarah Imlek?

Sejarah Imlek, Salah Satu Perayaan Penting Masyarakat Tionghoa

Menilik Sejarah Imlek, Perayaan Terpenting Masyarakat Tionghoa (1)
Mengutip laman Indonesia.go.id, di daratan China, Imlek merupakan salah satu hari raya yang paling penting. Dalam bahasa Mandarin, Imlek dikenal sebagai ‘Nongli Xinnian’ (Tahun Baru).
Kata Imlek lebih lazim digunakan oleh masyarakat Tionghoa yang berada di luar daratan China. Kata Imlek sendiri berasal dari dialek Hokkian, yaitu 'Im' yang berarti 'bulan' dan 'Lek' atau 'penanggalan', yang artinya ‘kalender bulan’.
Menilik Sejarah Imlek, Perayaan Terpenting Masyarakat Tionghoa (2)
Persiapan Imlek di Indonesia Foto: REUTERS/Beawiharta
Sementara itu, momen saat malam menjelang tahun baru dikenal dengan nama ‘Chuxi’, yang berarti ‘malam pergantian tahun’.
Di China, sebelum Dinasti Qin, tanggal perayaan Imlek sendiri masih belum pasti.
Barulah pada masa Dinasti Xia, awal tahun dilaksanakan pada bulan ke-1, Dinasti Shang pada bulan ke-12, Dinasti Shang pada bulan ke-11, dan pada masa Dinasti Han, ditetapkan bulan 1 pada perhitungan kalender China sebagai awal tahun dan dilakukan hingga saat ini.
Imlek sendiri juga disebut ‘Chunjie’, atau yang juga dikenal dengan ‘Festival Musim Semi’.
Perayaan datangnya musim semi dimulai dari tanggal 1 bulan ke-1 hingga tanggal 15 bulan ke-1 yang dikenal dengan Cap Go Meh.
Selama 15 hari tersebut, orang-orang yang merayakan Imlek melakukan beberapa ritual sembahyang.
Menilik Sejarah Imlek, Perayaan Terpenting Masyarakat Tionghoa (3)
Ilustrasi Tahun Baru Imlek. Foto: Shutter Stock
Sementara itu, sejarah Imlek di Indonesia sendiri bermula dari tahun 1968-1999. Saat itu, perayaan Tahun Baru Imlek sempat pernah dilarang dirayakan di depan umum.
Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau Tionghoa, salah satunya Imlek.
Namun, pada tahun 2000 Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mencabut Inpres Nomor 14/1967 dan masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan Tahun Baru Imlek.
Presiden Gus Dur pun menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 dan meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya).
Baru pada tahun 2002, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Lalu, pada tahun 2003 sampai sekarang Tahun Baru Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Perayaan dan Tradisi Saat Imlek di Indonesia

Menilik Sejarah Imlek, Perayaan Terpenting Masyarakat Tionghoa (4)
Ilustrasi keluarga merayakan Imlek. Foto: Shutter Stock
Di Indonesia sendiri memiliki berbagai cara dalam melakukan perayaan Imlek. Hal identik yang pasti dilakukan adalah berkunjung ke rumah saudara, berbagi angpao, dan makan kue keranjang.
Seperti layaknya hari raya pada umumnya, di Hari Raya Imlek juga terdapat beberapa tradisi. Tradisi ini sudah dijalankan secara turun-temurun dari zaman nenek moyang hingga sekarang.
Tujuan diadakannya tradisi ini adalah untuk merekatkan hubungan antara keluarga. Jadi di Hari Raya Imlek, semua anggota keluarga diwajibkan untuk berkumpul.
Menilik Sejarah Imlek, Perayaan Terpenting Masyarakat Tionghoa (5)
Ilustrasi lilin Imlek. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Di malam sebelum Tahun Baru Imlek dirayakan, biasanya akan ada kegiatan yang dinamakan Ciak. Ciak sendiri jika diartikan adalah makan-makan.
Kegiatan yang dilakukan pun sudah pasti berupa makan-makan bersama degan keluarga besar, dan tidak hanya dengan keluarga inti saja.
Selain itu, saat Tahun Baru Imlek, masyarakat Tionghoa juga saling menerima dan memberi angpao. Angpao sendiri adalah amplop berwarna merah yang berisi uang.
Selain berbagai angpao, saat Imlek tiba masyarakat Tionghoa yang merayakan juga diharuskan mengenakan pakaian yang berwarna merah atau cerah.
Baju berwarna merah memiliki arti keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan yang akan berlangsung sepanjang tahun.
Selain itu biasanya untuk acara Imlek, masyarakat Tionghoa juga akan berbelanja demi menyambut datangnya Imlek secara meriah.

Sumber : kumparan.com

No comments

Powered by Blogger.