Pabrik plastik Formosa Taiwan mengkarantina 10 orang setelah kunjungan Covid-positive Denmark

Pria Denmark mengunjungi pabrik Plastik Formosa di Chiayi selama 3 hari pekan lalu

(Foto Pixabay)

TAIPEI - Formosa Plastics Group (台塑 集團) telah menempatkan 10 karyawannya di karantina setelah ditemukan bahwa seorang pria Denmark yang mengunjungi salah satu pabrik perusahaan kemudian dinyatakan positif mengidap virus corona Wuhan.

Menurut Pusat Komando Epidemi Pusat (CECC), seorang pria Denmark berusia 30-an, yang bekerja untuk sebuah perusahaan yang berbasis di Swedia, tiba di Taiwan pada 30 Desember tahun lalu untuk terlibat dalam negosiasi bisnis. Dia mengirimkan hasil negatif dari tes COVID-19 yang diambil dalam tiga hari setelah penerbangannya dan dikirim langsung ke hotel epidemi pada saat kedatangan.


Dia tidak mengalami gejala apapun saat berada di karantina. Setelah masa karantina berakhir, dia pergi ke pabrik yang dioperasikan oleh Grup Plastik Formosa yang terletak di Kotapraja Xingang di Kabupaten Chiayi, lapor UDN. Teknisi mengunjungi pabrik dari 14 hingga 16 Januari untuk membahas masalah bisnis dengan staf di pabrik.

CECC menyatakan bahwa karena dia dijadwalkan untuk meninggalkan negara itu, dia mengunjungi rumah sakit pada 20 Januari untuk menjalani tes virus corona dengan biaya sendiri. Pada 21 Januari, dia dinyatakan positif COVID-19 dan ditemukan memiliki nilai Ct 30.

Dia saat ini berada di bangsal isolasi rumah sakit untuk menjalani perawatan. CECC menganggapnya sebagai kasus impor dan memberinya nomor Kasus No. 874.

CECC mengatakan telah meluncurkan penyelidikan atas pergerakannya di Taiwan saat keluar dari karantina. Pada hari yang sama, Formosa Plastics mengumumkan bahwa pria itu telah bekerja di pabriknya di Chiayi dan 10 karyawan yang menghubunginya telah mulai melakukan isolasi di rumah, lapor CNA.


Sumber : Taiwan news

No comments

Powered by Blogger.