Pakistan Izinkan Penggunaan Vaksin Sinopharm dari China


Pakistan menyetujui penggunaan vaksin virus corona yang dikembangkan perusahaan farmasi milik pemerintah China, Sinopharm.
Ilustrasi vaksin corona buatan perusahaan farmasi China, Sinopharm. (AP/Mark Schiefelbein)

Lembaga Regulator Obat Pakistan menyetujui penggunaan vaksin virus corona yang dikembangkan perusahaan farmasi milik pemerintah China, Sinopharm, pada Senin (18/1).

Vaksin Sinopharm merupakan jenis vaksin kedua yang diizinkan di Pakistan.

Pada Desember lalu, Menteri Ilmu Pengetahuan Pakistan, Fawad Chaudhry, mengumumkan bahwa negara Asia Selatan itu akan membeli 1,2 juta dosis vaksin Sinopharm di awal 2021.

Vaksin Sinopharm memiliki tingkat efikasi sebesar 79,34 persen, lebih tinggi dari kompetitornya, Sinovac.

Kedua vaksin asal Negeri Tirai Bambu itu memang dianggap sebagai kandidat vaksin yang terjangkau dan mudah didistribusikan.

Dikutip CNN, tak seperti vaksin lain, vaksin Sinovac dan Sinopharm tidak memerlukan tempat penyimpanan dengan suhu dingin ekstrem sehingga biaya logistik cenderung lebih murah.

Pada Minggu (17/1), Pakistan juga memberikan persetujuan penggunaan darurat vaksin buatan perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca.

AstraZeneca telah melaporkan hasil uji klinis tahap tiga yang dilakukan di Brasil dan Inggris beberapa waktu lalu.

Meskipun sempat ada kekeliruan dosis yang diberikan dalam proses uji klinis, namun klaim efikasi vaksin SARS-Cov-2 itu dinilai bisa dipercaya.

Vaksin AstraZeneca disebut 70 persen ampuh melawan Covid-19.

Meski lebih rendah, vaksin AstraZeneca telah mencapai standar efikasi minimal vaksin Covid-19 yaitu 50 persen. Vaksin AstraZeneca juga tidak perlu disimpan dalam suhu -80 derajat seperti vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech asal Amerika Serikat.


Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.