Pariwisata Sri Lanka Kembali Dibuka untuk Turis Asing, Begini Syarat Masuknya

https: img.okezone.com content 2021 01 22 406 2349229 pariwisata-sri-lanka-kembali-dibuka-untuk-turis-asing-begini-syarat-masuknya-osSYKOIBwS.jpg

SRI Lanka kembali membuka perbatasannya untuk wisatawan mancanegara setelah 10 bulan ditutup karena pandemi COVID-19. Tapi, turis asing diwajibkan tes COVID-19 dan karantina dulu, sebelum menjelajahi destinasi yang ada di negara itu.

“Dengan senang dan gembira kami mengumumkan bahwa Sri Lanka akan dibuka untuk pariwisata mulai Kamis (21 Januari),” kata Kimarli Fernando, Ketua Otoritas Pengembangan Pariwisata Sri Lanka seperti dilansir dari Breaking Travel News, Sabtu (23/1/2021).

"Saat kami membuka pintu kami ke dunia sekali lagi, kami telah melakukan semua hal, memastikan bahwa setiap tindakan pencegahan telah ditetapkan untuk membuat liburan pulau itu seaman dan setenang mungkin bagi para pengunjung," tambahnya

Sri Lanka mewajibkan para pelancong untuk dites negatif untuk COVID-19 dalam 96 jam setelah keberangkatan mereka, setelah kedatangan, dan lagi tujuh hari setelah mendarat di negara itu. Mereka yang ingin tinggal di Sri Lanka selama lebih dari tujuh hari harus menjalani tes COVID-19 ketiga.

Pemerintah Sri Lanka juga mensyaratkan wisatawan punya setidaknya USD50.000 dalam bentuk asuransi perjalanan.

Wisatawan tidak perlu melakukan karantina di kamar hotel mereka, tetapi mereka harus tetap berada dalam kelompok perjalanan yang ditunjuk pemerintah dan di hotel yang disetujui pemerintah.

Di antara pilihannya adalah Anantara Peace Haven Tangalle, surga tepi pantai yang indah dengan pilihan akomodasi yang mencakup vila dengan pemandangan pantai seluas hampir 700 kaki persegi dengan kolam renang.

Selain menggunakan pusat kebugaran hotel, kolam renang, dan spa, wisatawan internasional yang datang ke Sri Lanka akan diizinkan untuk mengunjungi taman nasional, pergi bersafari, dan menjelajahi tempat-tempat populer seperti Benteng Sigiriya.

Namun, mereka tidak akan diizinkan untuk berbaur dengan penduduk setempat hingga setidaknya 14 hari setelah kedatangan mereka.

Associated Press melaporkan bahwa pemerintah Sri Lanka telah menguji pendekatannya pada Desember 2020 dengan 1.500 turis dari Ukraina.

Sri Lanka menutup perbatasannya pada Maret 2020 setelah mendeteksi kelompok virus korona lokal yang berasal dari pabrik garmen dan pasar ikan di Kolombo.

Menurut Pusat Sumber Daya Coronavirus Johns Hopkins, Sri Lanka telah melaporkan lebih dari 55.000 kasus COVID-19 dan 274 kematian.

 

Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.