Pemilik Restoran Niat Kirim Samosa ke Angkasa Luar, Ini yang Terjadi

Wisata luar angkasa

Dalam upaya untuk mencoba membawa kegembiraan di tengah masa-masa yang sulit, Niraj Gadher, pemilik restoran Chai Walla di Bath, Inggris, ingin mengirim samosa ke angkasa luar menggunakan balon cuaca.

Upaya baik tersebut gagal ketika balon udara yang membawa samosa dari restoran Gadher mendarat di Prancis.

"Saya mengatakan sebagai lelucon akan mengirim samosa ke angkasa luar, dan saya berpikir selama masa-masa suram ini kita semua butuh alsan untuk tertawa,” kata Gadher kepada Somerset Live yang dikutip dari UPI, Senin (12/1/2021). 

Walau memang tidak sampai ke angkasa luar, Gadher mengatakan bahwa inti dari ide dia adalah untuk menyebarkan kegembiraan.

Ide Unik untuk Menyebarkan Kegembiraan

Samosa


Umpan baliknya adalah hal itu mengundang banyak tawa dari orang-orang, dan itulah yang kami inginkan, untuk menyebarkan kegembiraan.” katanya.

Dalam upaya pengiriman samosa tersebut, Gadher dan teman-temannya menempelkan samosa ke balon cuaca yang sudah dilengakpi oleh kamera GoPro sekaligus GPS untuk mengikuti perjalanan samosa tersebut.

Dalam waktu yang cukup singkat, GPS yang mereka tempel tidak berfungsi ketika balon udara sudah diluncurkan.

Setelah mengakui kegagalan, keesokan harinya GPS yang sempat hilang sinyal menjadi aktif kembali menunjukan bahwa balon udara mereka mendarat di sebuah lapangan di Caix, Picardie, Prancis.

Akun Instagram AxelMathon menemukan balon dengan kotak berisi GoPro dan GPS yang tergantung di pohon pada sebuah lapangan. Ia menemukannya ketika menjalankan misi untuk menemukan lokasi mendaratnya balon tersebut.

Sayangnya, samosa dan pembungkusnya hilang dari lokasi kecelakaan. Gadher berteori bahwa makanan tersebut telah menjadi makanan bagi beberapa satwa liar Prancis.

Ketika melihat klip yang direkam oleh kamera GoPro, ternyata balon tersebut mencapai tingkat lumayan tinggi. Walau tidak tahu secara persis berapa, klip dari GoPro tersebut menunjukan bahwa ada pesawat yang sempat lewat.

"Kami terus berhubungan dengan orang yang menemukannya dan dia mengatakan bahwa ketika dunia sudah normal dia akan datang ke Bath dan menemui kami," kata Gadher.



Sumber : liputan6.com

No comments

Powered by Blogger.