Pemkab Kepulauan Seribu Akan Bangun Monumen Sriwijaya Air di Pulau Lancang




     Pemkab Kepulauan Seribu berencana membangun monumen atau tugu peringatan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Pulau Lancang. Pembangunan monumen itu akan dilakukan bekerja sama dengan manajemen Sriwijaya Air.

"Di lokasi ini (Pulau Lancang) juga kita rencanakan membuat monumen, ya, nama-nama para korban, tugu peringatan, mengenang sehingga ini menjadi sejarah," kata Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi, di Pulau Lancang, Rabu (13/1/2021).

Junaedi mengatakan monumen tersebut nantinya juga bisa menjadi tempat ziarah keluarga korban Sriwijaya Air SJ182. Pemkab Kepulauan Seribu akan mengkoordinasikan rencana ini ke manajemen Sriwijaya Air.

"Juga mungkin sebagai tempat ya, untuk ziarahnya para ahli korban yang bisa mungkin untuk bisa ziarah ke tempat ini. Nanti kami bangun bersama manajemen Sriwijaya maupun Angkasa Pura ya, bagaimana membangun monumen yang ada di Pulau Lancang dijadikan monumen terjadinya peristiwa Sriwijaya Air," terang Junaedi.

Selain membangun monumen, Pemkab Kepulauan Seribu juga berencana menggelar acara tabur bunga. Acara tabur bunga ini akan digelar setelah proses pencarian penumpang dan pesawat Sriwijaya Air SJ182 dinyatakan selesai.

"Juga kita ada rencana, kalau sudah selesai, kita adakan acara tabur bunga ya. Nanti jajaran forum pimpinan kabupaten, tokoh agama, tokoh masyarakat kita ajak melaksanakan, dan keluarga korban, melakukan tabur bunga yang waktunya nanti kita komunikasi dengan pihak Basarnas," sebut Juanedi.

Seperti diketahui, proses pencarian korban dan pesawat Sriwijaya Air SJ182 hingga kini masih berlangsung. Terbaru, tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi jenazah 4 penumpang Sriwijaya Air SJ182.

Selain itu, tim penyelam TNI AL juga berhasil menemukan black box Sriwijaya Air SJ182. Black box yang ditemukan berupa flight data recorder (FDR) atau perekam data penerbangan.


Sumber :detik

No comments

Powered by Blogger.