Pesona Gua-Gua Kuno di Gunung Shaba yang "Menghantui" Wisatawan

https: img.okezone.com content 2021 01 21 406 2348392 pesona-gua-gua-kuno-di-gunung-shaba-yang-menghantui-wisatawan-01xApeYgSW.jpg

GUNUNG Shada, salah satu destinasi wisata paling populer di Jazirah Arab. Objek wisata ini bisa menarik wisatawan dari Arab Saudi, kawasan Arab, dan Eropa. Seakan membuka peluang investasi pariwisata di musim dingin yang terjadi di Saudi.

Gunung Shada terletak di wilayah selatan Kerajaan di Al-Baha, Arab Saudi. Gunung ini menjulang setinggi 1.700 meter di atas tanah. Secara geologis terdiri dari batuan granit, dan dihiasi banyak variasi tumbuhan dan tanaman hijau.

Melansir Arab News, Kamis (21/1/2021), Gunung Shada terbagi menjadi segmen tinggi dan rendah. Berada di jalur yang rumit dan bertahan dalam ujian waktu; gua-gua yang luas telah digunakan untuk menampung peradaban, dan mempertahankan ukiran dari era Tsamud dan Saba.

Nasir Al-Shadawi adalah peneliti sejarah sekaligus pemilik salah satu gua yang telah menjadi objek wisata. Dia mengatakan mungkin dirinya orang pertama yang mencoba mengubah gua, meningkatkannya menjadi ruang yang lebih besar yang dapat menampung wisatawan.

ilustrasi

“Gua-gua ini dulunya berfungsi sebagai rumah, dan tidak membutuhkan apa pun kecuali bangunan kecil dengan sisi yang terbuka. Saya juga bekerja menambahkan wastafel dan keran yang terbuat dari granit,” katanya kepada TV Al-Arabiya.

Al-Shadawi menghiasi jalan menuju gua dengan batu untuk memandu wisatawan dan memberi mereka pengalaman, bahkan sebelum mereka memasuki gua.

Populer di kalangan rakyat jelata dan penyair, Gunung Shada telah disebutkan oleh beberapa penyair dan penjelajah Arab seperti Abu Mohammed Al-Hamadani dan Yaqut Al-Hamawi.

Orang-orang Saudi telah mencatat situs wisata tersebut dan sangat antusias untuk melihatnya. Bahkan, beberapa tertarik untuk mengunjunginya setelah mengetahui bahwa itu telah menginspirasi penyair terkenal.

“Saya ingin sekali merasakan apa yang dilihat dan dirasakan oleh para penyair ketika mereka menjelajahi gua-gua misterius. Saya pikir menyaksikan pegunungan ini dan keberadaannya yang menonjol menambah kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Al-Baha,” kata Amani Al-Ghoraibi, instruktur bahasa di sebuah universitas di Jeddah.

Al-Ghoraibi mengatakan paling menarik baginya adalah atmosfer gua. “Ada keindahan yang menghantui yang tampaknya menarik pengunjung, mendesak mereka untuk menjelajahi gua-gua ini,” katanya kepada Arab News.

"Mereka tampaknya menggemakan sejarah kuno yang melampaui apa yang tampaknya dilihat kehidupan modern kita."

Amal Turkistani (55), yang telah berpetualang di Arab Saudi dan Gunung Shada memberikannya lokasi baru untuk dikunjungi.

“Minat terhadap situs bersejarah dan investasi untuk merevitalisasi situs-situs ini belum pernah terjadi sebelumnya di Arab Saudi, dan ini memberi kami berbagai aktivitas untuk dibagikan di antara keluarga dan teman,” katanya.

ilustrasi

Turkistani mengatakan selama dirinya tumbuh dewa, dia kekurangan kemewahan itu dan sering mengejar sejarah dan budaya di negara lain. Sekarang setelah situs kerajaan yang menakjubkan terungkap, dia ingin mengetahuinya, serta memperkenalkannya kepada cucunya.

“Salah satu penyesalan saya yang paling dalam adalah tidak belajar tentang negara saya, dan anak-anak saya juga tidak tahu. Saya ingin mengajak keluarga saya menjelajahi gua-gua ini dan mencoba menenggelamkan diri di masa lalu selama beberapa hari, ” tambahnya.

Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.