Polisi Taiwan menangkap pria yang mengancam pertumpahan darah Malam Tahun Baru

Pesan yang dibagikan secara luas yang diposting pada 30 Desember menimbulkan ketakutan di Taiwan

Pria berusia 27 tahun bermarga Hung terdaftar sebagai tersangka utama. (Foto CNA)

TAIPEI (Berita Taiwan) - Polisi Taiwan telah menangkap seorang pria yang memposting di forum internet terbesar negara itu bahwa serangkaian pembantaian terorganisir akan terjadi di berbagai pesta Malam Tahun Baru serta stasiun kereta api dan metro di seluruh negeri.

Pria tersebut memposting pesannya ke forum PTT, mengklaim bahwa pembunuhan massal telah direncanakan oleh sekelompok 30 orang yang bertujuan untuk "membuat sejarah." Dia mengancam bahwa korban akan sangat banyak di tempat-tempat seperti area perbelanjaan populer Ximending, Taipei 101, stasiun metro Taipei, dan Kantor Kepresidenan di Taipei.

Halte Kereta Cepat Taiwan di Taichung, berbagai stasiun metro Kaohsiung, dan Dream Mall di Kaohsiung juga dikatakan menjadi sasaran.

"Memuakkan melihat wajah bahagia dan perayaan Malam Tahun Baru," tulis pria itu secara online.

Setelah diposting ke PTT pada 30 Desember, pesan tersebut dibagikan secara luas, meskipun kemudian dihapus. Tak lama kemudian, investigasi Biro Investigasi Kriminal (CIB) melacak akun PTT tersebut.


Mereka menemukan bahwa pesan tersebut dibuat melalui akun yang dicuri dan alamat IP palsu, yang seolah-olah berasal dari Jepang. Seorang pria berusia 27 tahun bermarga Hung (洪) diidentifikasi sebagai tersangka utama setelah empat hari penyelidikan. Hung ditangkap pada Minggu (3 Januari) di apartemen sewaannya yang kecil, yang menurut polisi kotor dan bau.

CIB menyatakan bahwa pria itu, yang menyangkal keterlibatan dalam kejahatan tersebut, telah dikirim ke Kantor Kejaksaan Distrik Taipei untuk diinterogasi lebih lanjut pada Senin siang.

Media melaporkan bahwa Hung telah bekerja paruh waktu sebagai pegawai toko swalayan sejak lulus dari perguruan tinggi dan telah belajar sendiri dasar-dasar peretasan.
(Jz)


Sumber : Taiwan news

No comments

Powered by Blogger.