Pulang Kampung, Empat TKI Asal NTB Dinyatakan Positif Korona




     Pemprov NTB memperketat pemeriksaan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI). Mereka yang baru pulang dari Malaysia harus menjalani dua kali tes swab selama menjalani karantina di rumah sakit darurat di Asrama Haji NTB. Hasilnya, empat PMI dinyatakan positif virus korona (covid-19).




“Kalau hasilnya negatif dua kali, baru boleh pulang,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, Kamis (7/1).

Hingga kemarin, sudah terjadi dua gelombang kepulangan PMI asal NTB. Gelombang pertama sebanyak 81 orang datang pada Sabtu (2/1). Kemarin, PMI sebanyak 165 orang juga telah tiba dan menjalani karantina di Asrama Haji.

Untuk gelombang pertama PMI, dikes menyebut sudah dilakukan tes swab, di hari pertama kedatangan. Dengan hasil 81 orang negatif. Namun saat tes swab kedua kemarin, ada empat orang dinyatakan positif covid.

Keempatnya berasal dari Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Utara. “Yang negatif lagi, mereka boleh pulang. Untuk yang positif, kita pindahkan ke gedung sebelah. Kondisi mereka baik, tanpa gejala,” ujar Eka.

Protap serupa diberlakukan untuk gelombang kedua PMI yang datang kemarin. Mereka langsung menjalani swab. Kemudian di hari kelima karantina, kembali dilakukan swab untuk memastikan apakah seluruhnya negatif dari virus korona.

Ketetapan karantina bagi pelaku perjalanan, tidak saja diberlakukan untuk yang datang dari luar negeri. Tapi juga dalam negeri. Tentu jika mereka dinyatakan reaktif saat tes antigen. Mereka bakal menjalani karantina di Bapelkes milik Dikes NTB.

Sejauh ini, terjadi lonjakan kasus positif untuk kategori pelaku perjalanan domestik. Dari 42 orang yang ditemukan reaktif, sebanyak 34 orang di antaranya dinyatakan positif setelah menjalani tes swab.

Dengan persentase positif mencapai 82 persen, kata Eka, sudah seharusnya menjadi warning. Bahwa pelaku perjalanan sebagai sumber penularan dengan tanpa gejala, itu terbukti. Sehingga masyarakat diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan.

Lebih lanjut, tersisa dua gelombang lagi untuk kedatangan PMI hingga 14 Januari nanti. Yang seluruhnya akan menjalani karantina selama lima hari di Asrama Haji. Sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing.

Dikes memastikan Asrama Haji cukup untuk menampung seluruh PMI yang pulang dari luar negeri. Di sana terdapat tempat tidur sekitar 500 unit. Gedungnya juga terpisah dari rumah sakit darurat, yang merupakan tempat pasien positif covid menjalani perawatan.

“Kalau untuk PMI itu di gedung asrama lama. Yang RS darurat itu gedung baru, pintunya tersendiri,” tandas Eka.

Untuk PMI yang pulang kemarin, sebanyak 75 orang berasal dari Lombok Timur; 57 orang dari Lombok Tengah; 29 orang dari Lombok Barat; dan dua orang dari Lombok Utara.

”Mereka sudah masuk karantina di Asrama Haji,” kata Kasatpol PP NTB Tri Budiprayitno usai melakukan pengawalan PMI dari bandara ke Asrama Haji.

Sumber :lombokpost

No comments

Powered by Blogger.