Relief di Gedung Sarinah Diduga Karya Pematung Uni Soviet

Arkeolog dari Institut Konservasi, Saiful Bakhri, menduga relief tersebut karya pematung Tugu Tani asal Rusia, Matvey Manizer dan Ossip Manizer.
Menteri BUMN Erick Thohir mencermati relief yang ditemukan di Gedung Sarinah. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

 

Belakangan warga Indonesia digemparkan dengan temuan relief bersejarah di dalam gedung Sarinah, Jakarta Pusat. Arkeolog dari Institut Konservasi, Saiful Bakhri, menduga relief tersebut karya pematung Tugu Tani asal Rusia, Matvey Manizer dan Ossip Manizer.

Salah satu pertimbangannya adalah kemiripan dengan patung Tugu Tani yang dibuat oleh dua perupa dari Uni Soviet tersebut.

Saiful mengatakan bahwa ciri relief yang terdapat di gedung Sarinah tidak jauh berbeda dengan sosok patung Tugu Tani di Jakarta Pusat.

"Jadi kalau dilihat desain relief itu mirip dengan patung tugu tani, nah model-modelnya mirip," kata Saiful kepada CNNIndonesia.com.

"Kalau saya melihat dari cara penggambaran petaninya mirip, cuma yang itu kan relief sementara yang di Tugu Tani kan patung ya, saya rasa ada kemungkinan yang buat orang yang sama," ia menambahkan.

Saiful melanjutkan, patung Tugu Tani atau monumen pahlawan dibuat atas permintaan Soekarno sekitar tahun 1960-an. Kala itu Soekarno ingin membuat patung dan benda seni yang dekat figur rakyat sesuai idealisme komunis yang ia pegang.

"Sebenarnya figur petani, figur rakyat berdekatan dengan ideologi komunisme, sosialisme [saat itu], dan Sarinah sendiri itu kan sosok yang paling berkontribusi pada tumbuh kembangnya Soekarno zaman dahulu."

"Makanya namanya Sarinah untuk menghormati jasanya, dan pembuat relief ini saya yakin ada hubungannya dengan penghormatan terhadap Soekarno," ujar Saiful.

Atas dasar itu, Saiful menduga bahwa relief gedung Sarinah dan patung Tugu Tani merupakan ide Soekarno sendiri untuk membangun karya seni. Tujuannga demi membangkitkan semangat perjuangan rakyat Indonesia dan menghidupkan pemikiran Sosialisme di Indonesia itu sendiri.

Patung Pahlawan ini ada di lokasi strategis di Menteng, Jakarta Pusat. Patung ini terdiri dari seorang sosok pria digambarkan sebagai seorang petani lengkap dengan caping di kepalanya. Ia menyandang bedil dan patung wanita yang sedang memberikan bekal makanan kepada sang pria.

Meski yang digambarkan di patung itu adalah sosok petani, namun rupanya maksud dari tujuan awal pembuatan patung itu adalah untuk menggambarkan sosok pahlawan. Ide awal pembuatannya berasal dari Soekarno yang ingin membuat patung mengenai perjuangan bangsa Indonesia.

Sementara itu, Tim Ahli Cagar Budaya Candrian Attahiyat mengatakan masih menyelidiki sosok seniman pembuat relief tersebut. Pihaknya juga sudah meminta seorang pematung dari IKJ, Asikin, untuk menganalisis dan mengidentifikasi seniman pembuat relief itu.

"Beliau [Asikin] akan menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi perupa yang tren membuat relief seperti itu, terutama dari Yogya."

"Kedua, menafsirkan keinginan Bung Karno [Presiden Sukarno] dan kedekatannya dengan perupa pada masa itu. Nah, kedekatan Bung Karno pada perupa saat itu biasanya pada mendiang pak Eddy Sunarso [pematung Patung Dirgantara di Pancoran]," ujar Candrian.

Namun ia melanjutkan, pihak keluarga Eddy Sunarso mengaku sama sekali tak mengetahui bahwa sang seniman itu yang membuat karya relief seperti yang ditemukan di Gedung Sarinah.

"Jadi masih gelap, tapi tim ahli cagar budaya masih tetap mengkaji sehingga relief di Gedung Sarinah itu layak menjadi objek cagar budaya."


Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.