Respons Ahli Jokowi Disuntik Vaksin Belum Dapat Izin Darurat

ReIlustrasi vaksinasi Covid-19. (Foto: AFP/Samuel Corum)


Jakarta, Ahli biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo menyarankan Presiden Joko Widodo dan para menteri mengikuti anjuran Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam melakukan vaksinasi Covid-19.

Menurut Ahmad, vaksin Covid-19 hanya bisa gunakan jika sudah mendapat izin penggunaan darurat (EUA).

"Saya menghormati opini BPOM untuk tidak menyuntikkan sebelum keluar EUA, mari kita taati bersama," ujar Ahmad kepada CNNIndonesia.com, Selasa (5/1).

Ahmad mengatakan kepatuhan terhadap BPOM dalam melakukan vaksinasi Covid-19 sangat diperlukan. Terlebih, dia mengingatkan Jokowi pernah menginstruksikan bahwa vaksinasi bolah dilakukan setelah mendapat izin BPOM.

"Saat ini kita perlu keteladanan lah, kan pak presiden juga sudah instruksikan tunggu BPOM kan. Atau saya yang salah paham?," ujarnya.

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman juga menyarankan Jokowi dan para menteri divaksin setelah BPOM menerbitkan EUA. Dia mengatakan langkah mendahului keputusan BPOM tidak sesuai dengan prosedur vaksinasi.


"Kalau belum ada izin, vaksin tidak boleh digunakan," ujar Dicky kepada CNNIndonesia.com.

Dicky mengatakan ketidakpatuhan Jokowi dan para menteri terhadap prosedur vaksinasi akan menimbulkan pandangan negatif dari publik. Sebab, Jokowi dan para menteri tidak mematuhi prosedur vaksinasi yang berlaku, misalnya setelah EUA diterbitkan.

"Apabilan dilakukan sebelum keluar izin BPOM, pesan yang akan diterima masyarakat tidak akan maksimal. Karena bisa ditafsirkan macam-macam," ujarnya.

Lebih dari itu, Dicky mengingatkan BPOM berpotensi tidak menerbitkan EUA dari sebuah vaksin bila tidak aman atau efektif. Dia juga meyakini BPOM akan bersifat independen dalam menerbitkan EUA.

"Ini masalah proses yang harus kita taati bersama. Apapun keputusan BPOM itu harus kita taati dan percayai. Saya percaya integritas BPOM," ujar Dicky.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan vaksinasi Covid-19 perdana akan dimulai Rabu (13/1) mendatang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang akan disuntik vaksin. Selain Jokowi, vaksin akan disuntikkan ke para menteri Kabinet Indonesia Maju.

"Penyuntikan pertama akan dilakukan pada Rabu depan (13/1), di Jakarta, oleh Bapak Presiden," kata Budi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (5/1).


Sumber :cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.