Rumah Pohon, Tempat Unik untuk Mengajar Kelas Daring


Seorang guru di Virginia membutuhkan sebuah tempat pribadi untuk mengajar kelas daring kepada murid-muridnya. Kepada VOA, ia memperlihatkan bagaimana ia mengubah sebuah rumah pohon yang memiliki ruangan kecil menjadi ruang kerjanya yang unik. 

Nellie Williams, seorang guru SD yang tinggal di Fairfax, Virginia, mungkin memiliki sebuah ruang kerja yang paling unik di distrik sekolah tersebut.

"Murid-murid saya kini mengatakan, 'oh, saya ingin memilikinya, saya juga!', Dan saya mengatakan, saya tahu ruang kerja ini keren, namun kamu jangan marah pada orang tuamu jika mereka tidak dapat membuatkan sebuah rumah pohon untukmu," kata Nellie Williams.

Ide untuk mengubah sebuah rumah pohon menjadi ruang kerja tidak datang begitu saja pada diri Williams di awal masa pandemi. Pada mulanya, seperti ribuan guru lainnya, ia mencoba untuk mengajar dari rumah. Namun anggota keluarganya berada di sekitarnya dan membuatnya sulit untuk berkonsentrasi. Ia juga memiliki seekor kucing dan dua ekor anjing, Jadi sangat sulit baginya untuk berkonsentrasi saat mengajar secara daring.

Seorang temannya lah yang membuat perhatian Williams tertuju kepada rumah pohon yang nyaman, yang digunakan anak perempuannya untuk bermain semasa kecil.

Ia kemudian memutuskan untuk mengubah rumah pohon itu menjadi ruang kerjanya. Yang pertama-tama dilakukannya adalah mengganti tangga tali di pohon dengan sesuatu yang lebih kuat untuk ruang kerjanya, kemudian mengecatnya dengan warna yang cerah.

Langit-langit dan dinding di dalam rumah pohon itu perlu diisolasi, dan lantainya diganti. Jadi,Williams melakukan renovasi dalam skala kecil. Ia juga memastikan rumah pohon itu memiliki akses ke internet.

"Saya selalu terhubung dengan internet setiap pagi. Suami saya dan temannya menggali parit sepanjang 45 meter untuk memasang kabel ethernet dalam pipa dan mengebor sebuahlubang ke dalam rumah kami. Sambungan internet ini benar-benar berasal dari rumah saya," jelasnya.

Mereka merenovasi rumah pohon itu selama musim panas dan menyelesaikannya tepat saat ajaran baru sekolah dimulai.

Tahap berikutnya, Williams berharap dapat memperbaiki zip line atau luncur gantung lama, dengan demikian, masuk ke dalam rumah pohonitu akan lebih menyenangkan.

Williams seringkali tidak sendirian di ruang kerjanya di rumah pohon tersebut. Kedua ekor anjing dan kucingnya sering menemaninya. Murid-muridnya sangat menyukai ruang kerjanya yang inovatif itu, dan sejak kebanyakan dari murid-muridnya memilih untuk mengikuti pelajaran secara daring pada musim semi mendatang, Williams akan menghabiskan waktunya, setidaknya enam bulan mendatang di ruang kerjanya, yang berada di atas pohon.


Sumber : voaindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.