Sejarah National Mall yang Sering Dikira Pusat Perbelanjaan

Sekitar 25 juta turis berkunjung ke National Mall setiap tahunnya. Tak sedikit yang menyangka area ini adalah pusat perbelanjaan.
Pemandangan National Mall lengkap dengan Monumen Washington dan Lincoln Memorial pada Senin (18/1) jelang pelantikan Biden-Harris. (AP/Alex Brandon)

Di mana lokasi pidato 'i have a dream' Martin Luther King Jr? National Mall. Di mana lokasi saat Captain America jogging dalam adegan film 'The Avengers'? National Mall.

National Mall telah sering menjadi saksi bisu banyak peristiwa bersejarah yang terjadi di Amerika Serikat.

Dan pekan ini, taman luas yang menghadap ke gedung kongres Capitol Hill itu kembali menjadi saksi bisu pelantikan Presiden Amerika Serikat dan wakilnya yang menang dalam pemilihan pada tahun ini, Joe Biden dan Kamala Harris.

Sebelum pandemi virus Corona berlangsung, sebanyak 25 juta turis mengunjungi National Mall setiap tahunnya. Namun banyak yang belum mengetahui sejarah di balik pembangunan area hijau yang megah serta nyaman tersebut.

Mengutip The Culture Trip, ide pembangunan National Mall tercetus pada 1791 di masa pemerintahan Presiden AS pertama pada saat itu, George Washington.

Washington telah memilih Washington DC sebagai lokasi ibu kota baru negara, dan insinyur Prancis Pierre L'Enfant ditugaskan untuk merancang tata kotanya.

Rancangan tata kota Pierre Charles L'Enfant - yang juga dikenal sebagai Peter Charles L'Enfant, untuk Washington dikenal sebagai L'Enfant Plan.

Saking apiknya, banyak kota di dunia yang meniru L'Enfant Plan.

Pada tahun 1791, L'Enfant membayangkan sebuah "jalan raya" dengan deretan pepohonan dan taman yang membelah kawasan pusat kota Washington atau Downtown DC, mirip Arc de Triomphe atau Champs-Élysées di Paris, Prancis.

Ia lalu mendapat ide untuk membangun National Mall, jalur berumput sempit yang membentang dari Lincoln Memorial ke Capitol Building, dipisahkan di tengah oleh Monumen Washington.

Sayangnya, Washington memecat L'Enfant sebelum dia mewujudkan idenya.

Kabar burung alasan pemecatannya ialah L'Enfant hendak menggusur rumah seorang tuan tanah yang terkenal untuk membangun jalan baru.

Sekitar 25 juta turis berkunjung ke National Mall setiap tahunnya. Tak sedikit yang menyangka area ini adalah pusat perbelanjaan.

Sepinya area National Mall kala awal pandemi virus Corona melanda Amerika Serikat pada tahun lalu. (AP/J. David Ake)

Gagasan tentang "mal nasional" mandek hingga pada 1902 tercetus McMillan Commission, sebuah rencana pembaruan perkotaan untuk merevitalisasi kota dan melembagakan sistem taman yang komprehensif.

Rencana McMillan Commission mengikuti desain asli L'Enfant, menjadikan National Mall sebagai jantung kota Washington.

Proses pembangunan National Mall sekaligus menggusur taman dan bangunan industri abad ke-19 yang sudah terlihat usang dan menggantikannya dengan dengan ruang terbuka hijau.

Alih-alih membangun ruas jalan besar seperti di Arc de Triomphe atau Champs-Élysées seperti rencana L'Enfant, akhirnya disepakati kalau area tersebut dijadikan taman yang bisa dilintasi pejalan kaki atau pesepeda.

Tak sedikit turis yang terkecoh dan menyangka kalau National Mall ialah pusat perbelanjaan.

Sebaliknya saat datang mereka melihat sekumpulan museum sejarah penting di sekeliling area yang masuk dalam daftar taman nasional AS itu.

National Mall mendapatkan namanya berdasarkan makna 'mal' pada abad ke-17 dan ke-18 di AS yang mengacu pada 'tempat orang berkumpul untuk pertemuan sosial'.

Konsep rancangan "jalan raya" L'Enfant disebut 'mal' oleh warga DC, tetapi McMillan Commission adalah yang pertama secara resmi melabeli konsep tersebut dengan nama National Mall.

Sejak dibuka pertama kali, hingga saat ini National Mall telah menjadi salah satu landmark paling ikonik dan bersejarah di Negara Paman Sam.

National Mall juga telah menjadi tuan rumah bagi banyak aksi protes Martin Luther King Jr yang berpidato "i have a dream" serta aksi protes tahun 1969 yang menentang Perang Vietnam.

Saat ini, area tersebut dijuluki "Halaman Depan Amerika Serikat" dan menampung lebih dari 65 tugu peringatan.

Karena masih daftar taman nasional yang sejatinya dikelola pemerintah AS, National Mall pernah ditutup pada 2013 saat terjadi penutupan pemerintah AS. Saat itu selama 16 hari area ini kosong melompong tanpa pengunjung.

WASHINGTON, DC - SEPTEMBER 22: Carmen Wilke places flags at a COVID Memorial Project install of 20,000 American flags on the National Mall as the United States crosses the 200,000 lives lost in the COVID-19 pandemic September 22, 2020 in Washington, DC. The flags are displayed on the grounds of the Washington Monument facing the White House.   Win McNamee/Getty Images/AFP

Sebanyak 20 ribu bendera kecil dipasang di National Mall pada September 2020 untuk mengenang korban virus Corona. (AFP/WIN MCNAMEE)


Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.