Senyap Perayaan Hari Kedewasaan Jepang Tanpa Minum-minum

Sekitar 1 juta anak muda Jepang yang baru berusia 20 tahun pada tahun ini harus gigit jari karena tak ada pesta minum-minum yang jadi tradisi Hari Kedewasaan.
Anak-anak muda berusia 20 tahun di Kawasaki, Jepang, yang merayakan Hari Kedewasaan pada tahun ini. (AFP/BEHROUZ MEHRI)

Sekelompok anak remaja berpakaian kimono dan jas berkumpul pada Senin (11/1) untuk merayakan hari menuju dewasa di Jepang, meskipun banyak sesi meriah dibatalkan karena kekhawatiran penularan virus Corona.

Lebih dari 1 juta anak muda di Jepang berulang tahun yang ke-20 pada 2021, usia di mana mereka dapat secara legal meminum alkohol, merokok, dan menikah tanpa persetujuan orang tua.

Hari Kedewasaan dirayakan setiap bulan Januari dengan upacara formal, yang awalnya merupakan ritus keluarga samurai kuno - sekarang sering diikuti dengan pesta minum-minum.

Tetapi rekor lonjakan kasus Covid-19 dan keadaan darurat selama sebulan yang diumumkan di dalam dan sekitar Tokyo telah membuat banyak otoritas lokal membatalkan atau menunda perayaan Hari Kedewasaan pada tahun ini.

"Saya tahu ada risiko infeksi, tetapi saya di sini karena ini adalah peristiwa yang hanya Anda alami sekali dalam hidup Anda, dan ini juga merupakan kesempatan untuk bertemu teman yang sudah lama tidak saya temui," siswa Naomi Ooba kepada AFP di sebuah perayaan Hari Kedewasaan di Kawasaki, barat daya ibu kota.

"Setelah upacara, saya akan langsung pulang, tapi sayang sekali kami tidak bisa pergi dan makan bersama teman-teman kami, karena virus," kata siswa berusia 20 tahun lainnya bernama Ayane Uchino.

Kawasaki dan tetangganya Yokohama masuk dalam daftar keadaan darurat.

Di Yokohama Arena, wanita dengan kimono berornamen dan masker duduk di tempat duduk yang berjarak untuk upacara Hari Kedewasaan, dengan para pria yang sebagian besar berpakaian jas.

Anak perempuan berkimono, anak laki-laki berjas. (AFP/BEHROUZ MEHRI)

Kapasitas arena dibatasi hingga 5.000 orang, dengan empat upacara terpisah. Peserta diminta menjaga jarak fisik dan berbicara dengan pelan untuk menghindari penyebaran penyakit pernafasan tersebut.

Perdana Menteri Yoshihide Suga telah mendesak kaum muda untuk mengikuti langkah-langkah darurat, yang meminta penduduk untuk menghindari acara yang tidak penting dan meminta restoran dan bar tutup lebih awal.

Minggu lalu dia mengatakan lebih dari setengah infeksi Covid-19 baru-baru ini di Tokyo terjadi di antara mereka yang berusia di bawah 30-an.

Kota nelayan Yaizu di Jepang tengah mengadakan perayaan Hari Kedewasaan "drive-in" pada hari Minggu (10/1), menarik sekitar 470 kendaraan ke tepi pelabuhan.

"Kami sedih kehilangan kesempatan untuk bertemu sebagai teman, tapi saya senang melihat acara itu diadakan bagaimanapun caranya," kata seorang pria berusia 20 tahun di Yaizu kepada Sankei Shimbun.

Tama di Tokyo bagian barat mengadakan upacara online untuk penduduk yang memasuki usia dewasa.

Sebelum acara, walikota meminta maaf kepada peserta, dengan mengatakan: "Maaf ... tapi memang benar infeksi sedang menyebar. Sebagai orang dewasa, mohon terima ini."


Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.