Singkirkan Jepang, Korea Selatan Berhasil Pimpin Lima Negara Asia Ramah Migran

Bendera Korea Selatan. /Pixabay/Big_Heart

PIKIRAN RAKYAT – Menurut laporan terbaru yang dirilis MIPEX, Korea Selatan berada di peringkat ke-13 dari 52 negara, dengan kategori tingkat integrasi sosial migran dalam Indeks Kebijakan Integrasi Migrasi (MIPEX).

Pertama kali diterbitkan pada tahun 2004, MIPEX merupakan tolok ukur internasional yang komprehensif tentang kebijakan integrasi negara-negara di seluruh dunia. 

Edisi terbaru yang dikeluarkan awal bulan ini mencakup 52 negara di lima benua termasuk negara anggota UE, AS, Kanada, dan India. Proses penilaian dilakukan antara 2014 dan 2019.

Korea Selatan berada di peringkat ke-13 bersama dengan Inggris, Prancis dan Islandia, masing-masing menerima 56 poin dari 100 yang lebih tinggi dari rata-rata MIPEX, yaitu 52 poin. 

Korea memimpin lima negara Asia yang disusul Jepang, China, Indonesia, dan India.

Menurut laporan yang dirilis baru-baru ini, menunjukkan bahwa kebijakan imigrasi di Korea Selatan kurang berkembang, jika dibandingkan dengan Australia, Kanada, Selandia Baru, dan AS.

Dari delapan indikator penilaian untuk kategori tingkat integrasi sosial migran yang terdiri atas perawatan kesehatan, mobilitas pasar tenaga kerja, reunifikasi keluarga, pendidikan, partisipasi politik, tempat tinggal permanen, akses ke kewarganegaraan, dan anti-diskriminasi, titik terlemah Korea adalah perawatan kesehatan. 

Korea memperoleh 42 poin untuk perawatan kesehatan. Reunifikasi keluarga dan anti-diskriminasi dianggap setengah menguntungkan.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com (PR) dari THE Korea Times, Korea Selatan memiliki poin yang lebih tinggi dalam pendidikan, yaitu 72 poin dan 60 poin untuk tempat tinggal permanen. 

Laporan tersebut menambahkan bahwa perubahan positif dalam kebijakan selama lima tahun terakhir terlihat dalam pelatihan guru sebagai refleksi keberagaman.

Namun, di sisi lain, terkait persyaratan bahasa untuk tempat tinggal permanen dan izin tinggal permanen yang bisa diperbarui, dipandang sebagai perubahan kebijakan yang negatif.

“Imigran di Korea menghadapi sedikit lebih banyak peluang daripada hambatan untuk integrasi sosial, karena mempromosikan pendekatan komprehensif untuk integrasi yang mirip dengan 10 negara MIPEX Teratas,” demikian isi laporan tersebut.

“Korea tidak masuk dalam 10 besar karena kebijakannya hanya setengah jalan untuk benar-benar menjamin persamaan hak, kesempatan dan keamanan bagi imigran. Itu perlu menghilangkan hambatan utama dan menawarkan dukungan yang lebih bertarget di berbagai bidang kehidupan.”

Sementara Swedia memuncaki MIPEX dengan 86 poin, disusul Finlandia 85 poin, Portugal 81 poin, dan Kanada 80 poin.***



Sumber : pikiran-rakyat.com

No comments

Powered by Blogger.