Sulut Ekspor Biji Pala Rp2 M ke Singapura dan Belanda

Provinsi Sulawesi Utara mengekspor biji pala senilai US$147,2 ribu ke Singapura dan Belanda pada akhir 2020.
Provinsi Sulawesi Utara mengekspor biji pala senilai US$147,2 ribu ke Singapura dan Belanda pada akhir 2020. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).

Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengekspor biji pala senilai total US$147,2 ribu atau sekitar Rp2,07 miliar (asumsi kurs Rp14.100 per dolar AS) ke Singapura dan Belanda pada akhir 2020.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Darwin Muksin mengungkapkan permintaan pala dari kedua negara cukup tinggi.

"Biji pala yang diekspor ke Singapura sebanyak delapan ton dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar US$65.300," kata Darwin, di Manado, seperti dikutip dari Antara, Senin (11/1).

Sementara, biji pala yang diekspor ke Belanda sebanyak 13 ton dengan nilai devisa mencapai US$81.900 atau sekitar Rp1,15 miliar.

Menurut Darwin, pasar Belanda dan Singapura sudah cukup lama. Oleh karenanya, pengekspor Sulut harus menjaganya dengan baik.

Secara umum, komoditi biji pala asal Sulut memiliki kualitas yang sangat baik dan diakui oleh pasar internasional. Tak ayal, biji pala sangat diminati masyarakat Asia, Eropa dan Amerika.

"Pasar Asia dan Eropa merupakan pasar potensial, sehingga pelaku usaha daerah ini perlu mengoptimalkan peluang ini," ujarnya.

Pengoptimalan pasar tersebut juga akan mendukung upaya pencapaian target perluasan ekspor yang dicanangkan oleh pemerintah.

Perluasan tersebut penting terlebih saat ini daerah tujuan ekspor komoditi Sulut masih sedikit.

"Perlu diperluas supaya tidak ada ketergantungan misalnya bila terjadi gejolak di satu negara tujuan ekspor, bisa dialihkan ke negara lain, sehingga industri akan tetap jalan," katanya.

Ke depan, Darwin berharap bisa mengembangkan komoditi ekspor dengan kandungan lokal lebih tinggi.



Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.