3 Cara Jaga Persahabatan saat Sudah Berbeda 'Kehidupan'

Ilustrasi. Meski sudah berbeda kehidupan, Anda tetap bisa menjaga dan merawat hubungan Anda dengan sahabat. (AdinaVoicu/Pixabay)


Meski tak bisa bertemu secara langsung, sebagian orang masih tetap merasa terhubung lewat media sosial. Perlahan Anda sadar bahwa tahap kehidupan yang dilalui sudah berbeda dengan teman-teman.

Diam-diam muncul unggahan foto prewedding, pertunangan, atau mungkin ada kawan yang memutuskan untuk lanjut studi.

Apapun tahapnya, tentu sebagai kawan baik, Anda turut bahagia dengan capaian mereka.

Perubahan-perubahan ini mau tak mau membawa perubahan pula dalam persahabatan Anda. Saat berada di tahap kehidupan berbeda, tidak harus memisahkan Anda dan sahabat.

Masih ada cara untuk merawat dan menjaga hubungan dengan mereka. Berikut cara menjaga persahabatan saat sudah berada di level kehidupan berbeda.

1. Kenali perubahan keadaan

Di pertengahan usia 20-an, semua orang mulai menempuh jalan yang berbeda. Terapis keluarga, Amber Trueblood, berkata dalam tahap ini orang merasa fondasi persahabatannya sudah tidak ada lagi karena tidak bisa berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Perubahan misalnya, pekerjaan baru, kehadiran bayi atau sekadar kesibukan baru, membuat persahabatan tampak berbeda.

Akan tetapi, yang perlu Anda ingat, lingkungan atau keadaannya yang berubah, bukan orang yang menjalaninya.

Artinya, kehidupan teman Anda yang baru tidak menjadikan teman Anda orang baru atau berbeda.

"Seringkali persahabatan jangka panjang kita membentuk ritme. Kita memiliki banyak latihan menjadi teman di lingkungan tertentu dan kemudian Anda melakukan sesuatu yang baru," kata Danielle Jackson Bayard, pakar persahabatan, coach dan penulis, dikutip dari Well and Good.

2. Komunikasi terencana

Jalinan persahabatan tanpa sadar sudah berlangsung dalam hitungan tahun. Terlebih masing-masing kini punya kesibukan berbeda sehingga perlu mengagendakan pertemuan juga jalinan komunikasi lewat teks atau telepon.

Jika Anda terus mengandalkan komunikasi spontan, apalagi Anda dan sahabat ada di tahap hidup berbeda, ini akan sulit.

Ada rasa lelah karena terus melewatkan waktu yang tepat untuk mengobrol. Kemudian jangan lupa tetapkan batasan agar tidak mengganggu aktivitas utama.

Intensi atau kesungguhan untuk tetap terhubung pun bisa dilakukan dengan menciptakan kenangan baru.

Ini bisa sesederhana menonton serial yang sama atau menjajal menu-menu restoran yang baru.

Bayard mengatakan sebagian orang masih berada dalam kenangan manis masa lalu semisal di perguruan tinggi tetapi orang tetap perlu terhubung lewat pengalaman baru.

"Bumbui semuanya dengan cara yang sama seperti saat Anda romantis. Anda dapat menanamkan elemen penemuan ke dalam persahabatan Anda karena memiliki pengalaman baru bersama membangun momen ikatan tak terlupakan," tambahnya.

3. Saling dukung

Kadang Anda merasa 'di belakang' para sahabat. Tidak perlu membohongi perasaan sendiri dan terus menghibur diri.

Anda cukup ubah pemikiran dengan memandang 'kemenangan' mereka sebagai kemenangan Anda juga.

Anda perlu meyakinkan diri bahwa kemenangan Anda akan tiba tepat pada waktunya.

"Anda harus bisa bersinar di depan satu sama lain, untuk berbagi kesuksesan Anda dan hal-hal yang anda nikmati tanpa rasa takut," kata Bayard.




Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.