BIKIN Bulu Kuduk Merinding, Banyak Cerita Mistis di Lokasi Mobil Tersesat di Hutan Gunung Putri



Cerita mistis turut menyertai tersesatnya mobil minibus yang ditumpangi tujuh orang di hutan Gunung PutriDesa ManiisKecamatan CingambulKabupaten Majalengka.


Muhamad Yana (37) saat ditemui di warungnya yang berada tak jauh dari jalan menuju hutan di kawasan Gunung Putri mengatakan,  peristiwa mobil tersesatnya mobil baru pertama kali terjadi.


Namun yang paling sering Yana jumpai adalah kendaraan yang mogok saat melaju di jalan Maniis-Panjalu.


Jalan alternatif menuju Tasikmalaya itu, menurutnya, menyimpan banyak cerita mistis yang masih dipercayai warga hingga saat ini.


"Pernah ada dari Cirebon mobilnya mogok dan saya lihat itu di dalamnya kayak ada penumpang banyak. Tapi pas pengemudinya turun dan ke warung saya, ternyata dia sendirian. Jadinya dia nginap di sini dan paginya mobil nyala lagi," jelas dia.


Yana menjelaskan, jalan tersebut merupakan jalur alternatif menuju Tasik yang paling dekat dibanding yang lain.

Oleh karena itu, banyak kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.


"Jalan ini memang kalau mau ke Tasik dari arah Cirebon lebih dekat, bisa lebih cepat satu jam, makanya banyak yang lewat sini," ucapnya.


Menurutnya, ada satu mitos yang tidak boleh dilanggar oleh siapa pun yang melintasi kawasan tersebut, yaitu dilarang mengeluhkan kondisi jalan yang gelap tertutup kabut.


"Kalau lewat pas kabut turun, jangan bilang gelap. Biasa saja dan sopan. Itu kata orang-orang tua di sini. Kabut biasanya turun itu saat musim hujan hampir tiap hari. Daerah sini cerita mistisnya masih kental," katanya.


Yana sempat mendatangi lokasi mobil warga Tasikmalaya yang tersesat di tengah hutan. Saat itu Ia melihat sendiri kondisi jalan di lokasi yang tertutup material longsoran.


"Saya penasaran, jadi ke lokasi. Di lokasi yang nyasar banyak pohon bambu dan kaliandra. Longsor dua titik, jadi pas mobil itu masuk sepertinya baru terjadi longsor," ucapnya.


Selain itu, Yana juga mengaku banyak pengendara yang melihat ular dan gerbang emas di kawasan tersebut.

Bahkan tidak sedikit juga pengendara yang mengalami kecelakaan di Jalan Maniis-Panjalu.


"Tamu yang makan suka lihat ada ular, ada gapura dari emas. Kemudian di bawah ada pohon besar, di sana banyak yang kecelakaan katanya ada anak kecil ada orang tua. Kebanyakan yang kecelakaan itu pendatang, bukan warga sini," tandasnya.


Hal senada juga dikatakan Asep Saefulrohman, Kepala Dusun I Desa Maniis.


Menurutnya, memang hal mistis di kawasan itu masih ada dan seringkali terbukti. Ia pun berpesan kepada pengendara yang melintas untuk selalu berhati-hati dan yang terpenting memanjatkan doa selama di perjalanan.


"Makanya yang lewat sini sering-seringlah istighfar dan berhati-hati," singkatnya.


Seperti diketahui, satu keluarga tersesat di Hutan Gunung Putri, Blok Maniis Tonggoh, Desa ManiisKecamatan CingambulKabupaten Majalengka, Jumat  malam. Hal itu, lantaran sang sopir tak tahu jalan.


Saat jalan berkabut, sopir malah mengarahkan mobil minibus Avanza Z 1167 LD ke kiri karena melihat ada jurang, hingga tersesat ke dalam hutan sejauh sekitar lima kilometer dari jalan raya. Beruntung, keluarga tersebut berhasil diselamatkan anggota Polsek Cingambul bersama warga sekitar.


Tujuh orang yang diselamatkan itu antara lain, sopir Enjang Imron (49), warga Jalan Panunggal, Kampung Ciawi, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Kemudian, enam penumpang adalah :


Makmur (82) warga Cilangge, Kelurahan Karikil, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.


AEN, (75) warga Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang Tasikmalaya.


Rukoyah (70), warga Mangkubumi Tasikmalaya.


Deuis (50), warga Mangkubumi Tasikmalaya.


Ade Suhartini (45) warga Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang Tasikmalaya.


Serta balita bernama  Putri (3).



Sumber :TribunJabar.id





No comments

Powered by Blogger.