Catat Hanya Tujuh Warga di Kota Pasuruan yang Daftar Jadi TKI

Sebanyak tujuh warga Kota Pasuruan memilih bekerja di luar negeri dengan menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI). Jumlah ini tetap seperti tahun 2020 lalu. Mayoritas negara tujuan dari para TKI ini adalah Malaysia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pasuruan, Mahbub Effendi mengungkapkan, jumlah warga Kota Pasuruan yang menjadi TKI di luar negeri stagnan sejak dua tahun terakhir. Jumlah ini tidak berubah sejak 2019 lalu. Sebelumnya pada 2018, ada lima orang yang menjadi TKI.

“Ada tujuh warga Kota Pasuruan yang memilih menjadi TKI tahun ini. Ini sudah tetap sejak 2019. Mereka ini menjadi TKI karena ingin mengubah perekonomian keluarganya,” ungkapnya.

Mahbub menjelaskan, ada empat negara yang menjadi tujuan TKI asal Kota Pasuruan ini. Yakni, negara Taiwan, Hongkong, Malaysia dan Korea Selatan (Korsel). TKI ini merupakan lulusan SMA dan bekerja informal seperti asisten rumah tangga dan pengasuh anak. Namun ada pula yang menjadi operator di pabrik.

Disnaker Kota Pasuruan sendiri bertugas untuk memberikan rekomendasi kelayakan apakah mereka layak menjadi TKI atau tidak. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh mereka yang ingin menjadi TKI. Di antaranya mereka diutamakan berusia 35 tahun. Mereka harus mengurus melalui Kemenaker dengan membawa foto kopi kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP).

Mereka juga harus mengikuti pelatihan. Pelatihan yang diberikan berupa keterampilan di tempat tujuan dan bahasa Inggris untuk komunikasi sehari hari oleh perusahaan jasa TKI (PJKI) selama tiga bulan. “Persyaratan tidak berubah. TKI juga dibekali skill terlebih dahulu melalui sejumlah pelatihan sebelum mereka diberangkatkan ke negara tujuan nantinya,” pungkas Mahbub.

Sumber :Radarbromo.jawapos.com

No comments

Powered by Blogger.