Cerita-cerita Seram dari Pemandian di Bondowoso yang Dikenal Angker



Bagi warga Desa Taman, keangkeran pemandian alam Tasnan sudah menjadi rahasia umum. Pada malam-malam tertentu, warga takut mengunjungi lokasi ini.

Menurut warga desa setempat, Riski Setiawan (32), untuk lewat di kawasan itu warga harus berpikir berkali-kali. Apalagi, di waktu malam. Khususnya, malam Selasa Kliwon atau Jumat Manis.

"Pernah sekali, saya lewat pas malam Selasa Kliwon. Suasananya kayak orang ada orang punya hajat. Setelah berlalu, ternyata nggak ada apa-apa," tutur Riski.

Hal yang sama disampaikan Aini (29), juga warga desa setempat. Saat melewati kawasan itu, dia merasa dipanggil seorang perempuan. Padahal, saat itu gelap gulita.

"Karena saya takut, ya terus aja menambah kecepatan motor. Sampai merinding saya kalau mengingat kejadian itu," imbuh ibu dua anak ini.

Kawasan pemandian alam Tasnan memang terletak di Desa Taman, Kecamatan Grujugan. Lokasi pemandian ini berada di tengah hutan pinus. Tepatnya di wilayah Perhutani KPH Bondowoso.

Letaknya tidak terlalu jauh dari jalan raya jurusan Bondowoso-Jember, sekitar 2 kilometer dari jalan provinsi tersebut. Pemandian yang dibangun sejak puluhan tahun silam ini juga berjarak tak jauh dari permukiman warga.

Dari cerita warga sekitar, pada sekitar tahun 2000-an sempat terjadi insiden anak tenggelam. Tenggelamnya anak kecil di kolam ini lantas dikaitkan dengan penghuni tempat wisata yang meminta tumbal.

Bukan hanya itu. Di tempat tersebut juga kerap dijadikan sarana uji nyali, yang kemudian divideokan. Di pinggir kolam ini juga terdapat pohon Ara besar, yang konon sering muncul penampakan hantu.

Bagi warga Desa Taman, keangkeran pemandian alam Tasnan sudah menjadi rahasia umum. Pada malam-malam tertentu, warga takut mengunjungi lokasi ini.

Menjadi tempat ritual

Bukan hanya penampakan, di tempat tersebut juga tak jarang ada orang yang datang dengan maksud tertentu. Mereka yang datang tampak membawa sesajen dan dupa.

Entah menggelar ritual apa. Tapi jika dilihat dari tata cara prosesinya, mereka membakar dupa di bawah pohon besar. Lalu memakan sesajen yang telah dibawanya.

Tak hanya itu, kata Taufik, sering pula ada orang yang sampai bermalam di bawah pohon besar tersebut. Mereka seperti menggelar prosesi tertentu. Tentu dengan membawa sesajen dan dupa."Terutama malam Jumat Legi. Kadang membawa mobil. Kayaknya dari luar daerah. Mereka lalu melakukan ritual," kata Taufik, Kepalan Dusun Pejagan, Taman.

"Kalau bagi warga sekitar sini, bahwa pemandian itu hanya sering ada penampakan makhluk halus. Tidak sampai menggelar prosesi-prosesi ritual," kata Taufik.


Sumber :Detiknews

No comments

Powered by Blogger.