Cerita Horor Aula Kelurahan di Semarang, Dimas Lari Lihat Pocong Pakai Kain Mori Lusuh



Bangunan aula salah satu kantor kelurahan di Kota Semarang kental dengan aura mistis. Beberapa kali warga melihat penampakan makhluk astral di tempat tersebut. Di antaranya berupa kemunculan sosok pocong dan kuntilanak.


"Sebenarnya tak hanya di aula kantor kelurahan tetapi sekitar tempat tersebut juga kental aura mistisnya. Saya sendiri pernah melihat sosok pocong di ruang aula tersebut," terang Dimas, warga setempat.


Pengalaman menyeramkan itu terjadi malam hari pada tahun 2018. Dia hendak menaruh sepeda motor di aula tersebut. Ketika memarkirkan kendaraannya, Dimas mendengar suara kursi terjatuh cukup keras. Lantaran sudah pernah mendengar cerita warga bahwa tempat itu memang dikenal angker, seketika nyalinya ciut. Namun, untuk menghilangkan rasa takut Dimas berkata keras dengan nada menantang.


"Saya bilang, 'Kalau berani tampakkan wujudmu.' Jujur saya menyesal dan kapok mengeluarkan kata-kata itu," kenangnya.


Benar saja, tiba-tiba muncul sesosok pocong tinggi besar dengan kain mori putih yang kotor dan lusuh. Pada bagian ini, dia sendiri merasa kelu menceritakannya.


"Tingginya lebih dari 3 meter, tiba-tiba muncul tak jauh dari saya berdiri. Otomatis saya lari, motor saya banting begitu saja," katanya.


Kemudian dia meminta tolong ayahnya mengambil motor tersebut. Sebelum ada penampakan pocong, Dimas mencium bau anyir serupa aroma darah dan nanah. Dia merasa beruntung tak sempat melihat wajah sosok itu.


"Kapok nantang-nantang di tempat itu, cukup sekali saja," jelasnya.


Selain itu, pengalaman mistis berupa kuntilanak terekam kamera handphone dialami temannya. Kejadian ini saat ada rapat pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK). Seperti biasa, dalam acara itu banyak peserta berfoto-foto


Seorang teman perempuannya asyik memfoto peserta rapat di sebelahnya menggunakan hape android. Sewaktu memotret, dia syok lantaran ada sosok astral setengah badan terekam di foto.


"Teman saya itu reflek membuang hapenya, tentu kami heran. Apalagi dia langsung minta diantar pulang suaminya ke rumah," paparnya.


Selang beberapa hari, ternyata terkuak temannya ketakutan disebabkan adanya sosok kuntilanak tersebut.


"Untung saja teman saya itu tak diikuti sampai ke rumah," bebernya.


Dia kemudian menunjukkan foto yang diambil temannya tersebut. Tokoh masyarakat setempat, Anwar, tak heran jika lingkungan kantor kelurahan tersebut sarat kesan mistis. Pasalnya, lahan itu dulu merupakan kompleks pemakaman. Warga sekitar menyebutnya sebagai kuburan kembar. Jadi, ada dua tempat pemakaman umum yang dipisahkan jalan.


Sisi selatan jalan kini sudah berubah menjadi kantor kelurahan, Puskesmas dan fasilitas umum lain. Proses pembangunan kantor kelurahan terjadi pada awal tahun 1990-an. Sedangkan sisi utara jalan hingga sekarang masih tetap menjadi kompleks pemakaman.







"Dulu karena ada pembangunan makam yang ada keluarga dipindah. Sebaliknya makam yang tak tak tahu siapa keluarganya dibiarkan saja," katanya.


Di area tersebut, jelas dia, ada beberapa sosok astral yang dominan sering menampakkan diri. Mulai dari kuntilanak, pocong hingga genderuwo. Adapula sosok lain berupa anak-anak kecil. Namun paling dominan atau penguasa di area tersebut adalah perawan kawak. Yakni sosok perempuan yang dahulu ditemukan meninggal tak wajar di area tersebut.


"Hampir setiap hari saya selalu melihat sekelebat bayangan perempuan berbaju putih. Sosok itu saya yakini sebagai perawan kawak. Akan tetapi bagi saya sudah biasa jadi tak anggap seperti halnya tetangga yang hidup berdampingan," terangnya.


Perawan kawak bergentayangan hingga sekarang dalam wujud kuntilanak atau sosok perempuan cantik. Beragam cerita klasik hafal diketahui warga sekitar seperti ada pria tak sadar mengira sedang tidur dengan istrinya saat bangun tidur ternyata sudah ada di kuburan. Adapula sopir angkutan mendapat penumpang wanita turun di kawasan itu ketika sudah jauh baru sadar wanita itu bayar dengan daun.


"Kalau orangnya sopan permisi saat masuk atau melintas di tempat itu biasanya tak diganggu. Jika tak sopan seperti mabuk-mabukan bisa diganggu," ujarnya.


Dia tak menampik ada beberapa kejadian mistis di luar nalar yang menimpa orang lain namun yakin bersumber dari para mahluk halus yang menghuni kawasan itu. Seperti meninggalnya para pekerja yang menebang pohon beringin di area tersebut.


"Kejadian pertama ada tujuh orang meninggal berurutan selang setahun selepas bekerja menebang pohon. Kejadian kedua, meninggal lima orang selang sebulan," jelasnya.


Ada pula warga menebang dahan pohon di area tersebut tanpa izin. Selang dua hari warga tersebut meninggal dunia.


"Saya awalnya sempat tanya siapa yang menebang dahan pohon itu. Ternyata kejadian. Percaya tak percaya dahan pohon itu menjadi tempat duduk kuntilanak," terangnya.


Kejadian lain tembok bangunan tempat sampah dibongkar begitu saja. Area tersebut dekat dengan pohon yang biasa menjadi tempat sosok kuntilanak berada. Selang beberapa hari kemudian orang itu meninggal dunia.


"Wallahualam hanya Allah yang mengetahui. Namun saya sendiri sesuatu harus saling menghormati. Jadi apapun itu harus salam," terangnya.


Sumber :TribunJateng.com

No comments

Powered by Blogger.