Cerita Horor: Pelukan Kuntilanak di Rumah Mirna


Setelah pulang sekolah, aku dan kedua temanku memutuskan untuk mengerjakan tugas kelompok. Aku, Mirna, dan Dina sepakat mengerjakan tugas di rumah Mirna, karena lokasinya berada di tengah-tengah rumahku dan Dina. Sayangnya, kami bertiga tidak bisa mengerjakan tugas dengan begitu tenang karena rumah Mirna sedang melakukan renovasi. 

Untuk menghindari seluruh kebisingan di rumah, kami mengerjakan tugas di kamar Mirna dan menutup pintunya dengan rapat.  Setengah perjalanan tugas makalah kami selesai, tampaknya perut kami sudah tidak kuat untuk menahan rasa lapar. 

Waktu mengerjakan tugas terhenti sejenak. Kami sepakat untuk memasak mi instan terlebih dahulu, untuk mengembalikan tenaga dan semangat mengerjakan tugas yang sebenarnya tinggal sedikit lagi. 

"Mir, makan mi yuk, laper banget udah nggak konsen nih," ucapku, sambil memegang perut. "Yuk! Enak banget nih, mi pake telor," sahut Dina.

Sebagai tuan rumah, Mirna memenuhi permintaanku. Dia segera keluar kamar dan memasak mi untuk kami santap bersama-sama. 

Tanpa berniat membantu sama sekali, Aku dan Dina hanya menunggu makanan segera siap.  Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Aku dan Dina merasa penasaran sebenarnya apa yang sedang dilakukan Mirna, karena tak kunjung selesai. Tiba-tiba Aku mendengar suara Mirna memanggil nama Dina berkali-kali seperti meminta bantuan.

Dina pun keluar kamar untuk menghampiri Mirna. Setelah pergi sekitar lima menit, mereka tidak lagi terdengar suaranya.  Aku pun merasa penasaran, jangan-jangan kedua temanku sedang jahil.

Karena penasaran, Aku memutuskan untuk keluar kamar dan menuju dapur. Ternyata, saat berada di dapur Aku tidak menemukan siapapun.  Namun, Aku mendengar suara Mirna dan Dina sedang berbincang asyik sambil tertawa di lantai dua.

Karena merasa iri tidak diajak, Aku menghampiri keduanya dan naik ke lantai dua yang sedang direnovasi.  Sambil memanggil kedua nama mereka, Aku melangkah satu demi satu anak tangga. Sampai, di atas tempat tersebut begitu kotor dan berantakan. Pikirku, mana mungkin mereka berdua bisa asyik berbincang di tempat ini.

Bahkan, tidak ada tempat untuk duduk bersih karena dipenuhi kayu-kayu, besi, dan barang lainnya.  Aku pun memutuskan untuk duduk menunggu Mirna dan Dina kembali. Aku tidak mengerti, ke mana mereka pergi dan meninggalkan aku sendirian di rumah ini. Sampai akhirnya aku mendengar kembali suara mereka tertawa lepas. Suara tersebut makin mendekat dan melihat mereka masuk dari arah pintu rumah. 

Ternyata mereka pergi untuk membeli mi ayam yang berada di depan perumahan. Saat mereka mendekati Aku yang sedang duduk di tangga, keduanya melotot, melihat ke arahku sambil menunjuk sesuatu.

"Siapa yang ada di belakang Lo?" Ucap Mirna dan Dina kompak.  Ternyata ada sosok kuntilanak yang memelukku dari belakang, wajahnya bersimbah darah, rambutnya berantakan dan berbaju putih panjang.


Sumber :GenPi.co






No comments

Powered by Blogger.