Dimas Bisnis Donat hingga Kantongi Omzet Rp 700 Juta


Donat sebuah panganan yang memiliki arti besar bagi Dimas (37). Panganan itu bisa menyelamatkan hidup Dimas dan keluarga saat sedang jatuh, bahkan kini bisa menghidupi 63 orang lainnya.

Dimas merupakan pendiri dan pemilik Kalis Donuts, sebuah toko donat yang terbilang tenar di Yogyakarta. Bahkan produk donat premium dengan harga terjangkau itu kini sudah melebarkan sayapnya ke Semarang dan Pekanbaru.

Di balik kesuksesan Dimas mendirikan Kalis ada cerita yang cukup menyayat hati. Dimas sebelumnya merupakan karyawan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Selama 11 tahun dia tinggal di ibu kota sambil bekerja kantoran.

"Di 2018 posisi saya lagi jatuh tidak punya penghasilan sama sekali," ucapnya .Pada satu titik dia memutuskan untuk mencoba peruntungan pindah ke Yogyakarta dan masih sambil bekerja di perusahaan swasta. Namun ternyata tidak semulus yang dia harapkan. Ada satu alasan yang membuat dirinya gagal dan jatuh terpuruk dalam finansial di 2018.

Dimas sempat menyerah dan mulai mengajukan lamaran di beberapa perusahaan di Jakarta. Namun lamarannya tak kunjung mendapat respons. Dengan keadaan kepepet dia menjajal peruntungan di dunia usaha dan kuliner menjadi sektor yang dipilih.


"Awalnya ingin juga bisnis kopi tapi pengetahuan saya tentang kopi itu nol besar. Tapi saya sadar mereka yang punya bisnis kopi belum ada makanan. Nah terpikir buat makanan manis sebagai pendamping minum kopi, akhirnya kepikiran donat," terangnya.Berbagai jenis kuliner sudah dia coba buat, namun tak sesuai dengan kata hatinya. Sampai akhirnya dia memilih donat sebagai senjatanya untuk terjun di medan bisnis. Alasannya memilih donat sederhana karena saat itu bisnis kopi sedang menjamur di mana-mana.

Sebelum produksi donat, Dimas sempat pergi ke Jakarta dan Bali, bukan untuk liburan tapi berburu donat premium lokal. Dia menjajal banyak donut premium produksi lokal untuk mencari kelebihan dan kekurangan mereka.

"Kita tawarin ke coffee shop, tapi mereka bimbang laku nggak ya. Ada yang mau ambil tapi nggak order lagi. Wah ini kenapa," kenangnya.Sampai akhirnya di awal 2019 dia mulai memproduksi donat miliknya. Awal mula dia produksi dengan sistem by order atau open PO. Dia juga sempat menawarkan ke teman-temannya yang memiliki toko kopi, karena memang itu ide awal Dimas saat mencoba bisnis donat.

Sampai akhirnya menerapkan rencana B, dia memilih untuk membuka toko sendiri. Dia terpaksa untuk menggunakan sisa tabungan terakhirnya sekitar Rp 50 juta.

Itu menjadi perjudian baginya, sebab uang segitu hanya cukup untuk membeli peralatan mulai dari produksi hingga toko. Akhirnya dia memilih untuk numpang di sebuah tempat makan. Kebetulan ada gudang kecil tak terpakai di kawasan tempat makan itu.

Tepat pada hari ulang tahun istrinya di 23 Juli 2019, akhirnya store Kalis Donuts lahir dengan toko yang sangat kecil. Nama Kalis sendiri dipilih yang artinya tahapan adonan yang sudah diuleni dengan baik.

Dimas juga menjaga kualitas produknya dengan menggunakan bahan baku yang terbaik. Produknya dijual mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu dan ada yang sampai Rp 25 ribu yang merupakan produk kolaborasi dengan Se'i Sapi Kana.




Namun pada awal dia membuka toko kecil itu kesengsaraannya masih berlanjut. Saking tak ada modal, dia sempat membeli bahan baku dengan mengecer, bahkan sampai berutang ke toko. Untuk makan dengan keluarganya pun terpaksa harus memanfaatkan bahan baku tak terpakai seperti putih telur yang dimasak lagi.

"Saya ke toko sampai bilang 'pak boleh nggak saya bayar nanti sore pas toko saya tutup'. Dia bilang boleh yang penting usaha kamu jalan. Sampai untuk beli makan pun saya nggak punya uang," tuturnya.

Si influencer itu ingin mencari camilan unik, nah temannya itu merekomendasikan Kalis Donuts. Si influencer membeli produknya dengan rasa tiramisu regal. Ternyata produknya itu di-review oleh influencer tersebut.Kondisi itu akhirnya berbalik dengan satu keberuntungan besar. Saat itu ada seorang influencer sedang berlibur ke Yogyakarta. Kebetulan dia merupakan teman dari temannya Dimas.

"Setelah dia review, malamnya mulai banyak notifikasi di IG kita, banyak yang ngepoin Kalis. Besoknya kan kita buka jam 10, ternyata dari jam 9 antrean sudah mengular, alhasil produk dalam waktu 1,5 jam ludes," ucapnya.

"Jadi memang kita semacam detektif lah cari tahu siapa yang lagi ke Jogja, kita langsung DM dia. Ya responnya beragam, ada yang bales, ada yang review, ada yang nyuekin, ada yang terima kasih aja. Dari situ si kita pelan-pelan mulai dikenal," terangnya.Dari situ nama Kalis mulai tenar, donat tiramisu regal juga menjadi varian paling laku hingga saat ini. Sejak saat itu dia mulai mencari tahu artis dan influencer yang sedang berlibur ke Yogyakarta. Mereka di-DM untuk ditawari produk Kalis Donuts

Omzet tertinggi yang pernah Kalis capai sekitar Rp 650-700 juta per bulan yang dia capai di 2020 lalu. Sementara biaya operasional mulai dari gaji karyawan hingga modal produksi hanya 35%. Jumlah karyawan Kalis sendiri saat ini mencapai 63 orang.Singkat cerita, kini Kalis sudah memiliki toko yang jauh lebih besar di Yogyakarta. Produksinya meningkat dari hanya 400-500 per hari menjadi 2.000 pcs per hari. Kalis juga sudah memiliki cabang di Semarang yang dibuka pada Oktober 2020 dan Pekanbaru pada Desember 2020.

"Ya lumayan bersih sekitar 65%. Tapi itu belum dikurangi persenan untuk keluarga yang invest di kita," akunya.


Sumber :Detikfinance

No comments

Powered by Blogger.