Donggala Kembangkan Destinasi Wisata Rumah Pohon di Hutan


PEMERINTAH Kabupaten DonggalaSulawesi Tengah merespon positif dan mendukung pembangunan objek wisata alam, rumah pohon di Desa Tavanggeli, Kecamatan Pinembani.

"Menurut kami, objek ini merupakan destinasi wisata baru di Donggala yang perlu didukung dan dikembangkan," kata Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Donggala Johan Dwirisyanto yang dihubungi dari Palu.

Dia menjelaskan, objek wisata rumah pohon sesuatu yang baru di kabupaten itu, karena tidak ada di wilayah lain selain di Desa Tavanggeli, sehingga Dinas Pariwisata setempat sangat mendukung langkah dilakukan pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Di Donggala, sebagian besar masih mengusung konsep pariwisata bertema bahari, namun kehadiran objek wisata alam rumah pohon, menurut mereka sesuatu yang unik karena konsep yang digunakan adalah pemandangan alam dan pegunungan yang masih alami.

"Tahun ini, objek wisata tersebut menjadi prioritas Dinas Pariwisata Donggala meskipun dengan keterbatasan anggaran, karena pemerintah juga fokus pada kegiatan penanganan COVID-19," ujar Johan

Guna meningkatkan promosi objek wisata rumah pohon ke publik, pemerintah setempat juga siap memfasilitasi promosi lewat media sosial maupun sarana lainnya, termasuk bersinergi dengan pemerintah Desa Tavanggeli dalam rangka memberikan pembinaan lewat pelatihan kepada masyarakat untuk disiapkan menjadi pemandu wisata.

Menurut Pemerintah Donggala, Dinas Pariwisata Sulteng tertarik dengan objek wisata alam rumah pohon, dalam waktu dekat mereka berencana akan meninjau lokasi tersebut.

"Kami sudah membangun komunikasi dengan Pemerintah Sulteng melalui Dinas Pariwisata. Ketertarikan mereka karena lokasi objek wisata itu masih sangat asri," ucapnya.

Kepala Desa Tavanggeli Nius M Yompiua mengatakan, pembangunan objek wisata rumah pohon sebagai upaya mendukung peningkatan jumlah destinasi wisata Donggala

Objek wisata tersebut berada di pegunungan wilayah Kecamatan Pinembani berbatasan dengan Kabupaten Sigi, yang keseluruhan material konstruksi diambil dari alam.

Di objek tersebut juga terdapat air terjun, dimana pembangunannya dilaksanakan secara swadaya masyarakat pada kawasan hutan dengan vegetasi rapat.

"12 unit rumah pohon sudah terbangun, dan pekerjaannya sudah sekitar 70 persen tinggal proses perampungan sejumlah konstruksi. Beberapa waktu lalu sejumlah komunitas sudah berkunjung ke objek wisata ini," kata Nius.

Dikemukakannya, menuju objek wisata rumah pohon, pengunjung menempuh jarak kurang lebih tiga jam menggunakan sepeda motor, bila mengambil titik star dari Kota Palu.

"Memasuki wilayah Kecamatan Pinembani, sepanjang jalan pengunjung disuguhkan dengan kabut, dan momen kabut tersebut cukup panjang mulai Pukul 12.00 sampai 18.00 WITA setiap hari," ujar Nius.


Sumber :OKEZONE TV

No comments

Powered by Blogger.