Fakta-Fakta Tentang Lembaga Virologi di Wuhan

Laboratorium P4 Institut Virologi Wuhan, China. (Hector RETAMAL / AFP)

Tim penyelidik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengunjungi laboratorium Institut Virologi Wuhan, China, pada Rabu (3/2). Kota itu merupakan tempat pertama kali Covid-19 terdeteksi pada Desember 2019, lalu.

Perjalanan tim WHO menuju Institut Virologi Wuhan dalam rangka menindaklanjuti teori kontroversial yang menyebut Wuhan menjadi sumber pandemi.

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan eks Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, kukuh dengan teori tersebut. Teori itu semakin menjadi fokus mereka, lantaran kerahasiaan China dan ketidakmampuannya menunjukkan sumber-sumber yang menimbulkan kecurigaan.

Berikut fakta-fakta mengenai Institut Virologi Wuhan.

Tangani Virus Mematikan

Institut Virologi Wuhan disebut sebagai penyimpan virus terbesar di Asia. Lembaga itu mengawetkan lebih dari 1.500 jenis virus.

Lembaga ini mempunyai laboratorium keamanan maksimum pertama di Asia yang dilengkapi untuk menangani patogen kelas 4 (P4) seperti ebola. Laboratorium P4 dibuka pada tahun 2018, sementara Laboratorium P3 beroperasi sejak 2012.

Usut Sumber Virus Corona

Banyak ilmuwan yang mengatakan patogen corona berasal dari alam. Namun ada sedikit perbedaan, pasalnya pada akhir 2019 virus pertama kali menyebar secara luas di pasar basah Wuhan, tempat satwa liar dijual sebagai makanan.

Tetapi jejak itu berakhir di tempat itu, beberapa petunjuk juga belum mengkonfirmasi muasal virus tersebut.

Jurnal ilmiah The Lancet pada awal pandemi pernah menerbitkan penelitian bahwa pasien Covid-19 tidak mempunyai riwayat kontak di pasar, dan tidak pula 13 dari 41 kasus pertama yang dikonfirmasi.

Tudingan Kebocoran di Laboratorium

Pemerintah AS menuduh sumber virus corona berasal dari kebocoran laboratorium Institut Virologi Wuhan.

Menurut pemberitaan The Washington Post, pemerintah AS melalui kabel diplomatik pernah mengungkapkan kekhawatiran mengenai standar keamanan di lembaga itu.

Wakil direktur Laboratorium P4 Institut Virologi Wuhan, Shi Zhengli, dalam wawancaranya dengan Majalah Scientific American mengatakan dia cemas apakah virus itu bocor dari labnya.

Pemeriksaan selanjutnya mengungkapkan bahwa urutan gennya berbeda dari virus yang disimpan di laboratorium.

"Saya tidak tidur sekejap pun selama berhari-hari" ucap Shi.

Dia juga mengatakan bakal mempertaruhkan nyawanya agar tidak terjadi kebocoran.

Tahun lalu Pompeo berkeras ada "bukti signifikan" bahwa virus itu berasal dari laboratorium. Namun, akhirnya dia mengakui tidak ada kepastian dan tak dapat memberikan bukti terkait teorinya.

Awal Januari lalu, New York Magazine dalam sebuah artikel panjang meneliti lebih rinci dan memusatkan perhatiannya pada kemungkinan kebocoran lab.

Senada, Jurnal Le Monde dan Wall Street Journal dan sejumlah ilmuwan Harvard dan Stanford menerbitkan laporan atau artikel yang menyebut teori lab bisa menjadi salah satu kemungkinan kemunculan virus.


Sumber : cnnidnonesia.com

No comments

Powered by Blogger.