Fokus Bisnis, 2 Pegawai Bank Ini Nekat Resign dari Kantor


Menjadi seorang pegawai di bank swasta ataupun BUMN ternyata bukan menjadi jalan hidup dua wanita ini. Mereka memutuskan untuk resign dari pekerjaan tetapnya itu dan menjadi pengusaha. Tak disangka, kesuksesan didulang.

Adalah Mardiyah, mantan pegawai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia; dan juga Fany Irawan Putri, mantan pegawai BNI memberanikan diri untuk resign dari kantor dan fokus berbisnis.

1. Resign dari Bank, Eks Pegawai Bank Ini Pilih Bisnis Mukena

Mardiyah adalah pegawai di salah satu bank swasta besar di Indonesia. Selama bekerja, ia terus terpikir pesan ayahnya, yakni bekerja sekaligus mencari tambahan penghasilan yang nantinya dapat membuka lapangan pekerjaan.

"Bapak selalu menanamkan, sambil bekerja coba dipikirkan bagaimana cara mencari tambahan penghasilan yang nantinya dapat membuka lapangan pekerjaan," kata Diyah akhir pekan lalu.

Kemudian Diyah bersama sang kakak Marfuah yang juga bekerja di salah satu bank swasta memutuskan untuk memulai usaha mukena lukis dengan mendirikan Omah Colet. Diyah memegang pemasaran, sedangkan sang kakak bertanggung jawab terhadap produksi.

Mereka memasarkan produksinya dari mulut ke mulut, melalui jaringan pertemanan, arisan, saudara, komunitas pengajian hingga sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram hingga status di WhatsApp ini juga menjadi cara Omah Colet untuk berkembang. Akhirnya Diyah memutuskan untuk resign dari bank swasta dan fokus untuk menjalankan bisnis Omah Colet ini pada 26 September 2016.


2. Banting Setir Jual Tanaman, Eks Pegawai Bank Ini Raup Omzet Rp 300 Juta

Fany Irawan Putri adalah mantan pegawai BNI yang kini menjalani bisnis tanaman hias melalui tokonya, Ray Garden. Tokonya itu berkonsep one stop shopping untuk keperluan berkebun di rumah. Mulai dari tanaman hias, pot terakota, pupuk, media hingga printilan kebutuhan berkebun lainnya. Omzet-nya bahkan bisa mencapai Rp 300 juta selama pandemi.

"2017 saya iseng coba jualan, karena dulu teman kantor saya di BNI ada yang minta, 'mau dong tanaman kecil buat meja, gue bayar deh'. Ya akhirnya aku bikin tanaman kecil sama potnya dijual Rp 60 ribu," tuturnya kepada detikcom.

Meski sudah berjalan dengan lancar, Fany masih menganggap bisnisnya hanyalah usaha sampingan. Dia belum berani untuk meninggalkan karirnya di bank BUMN tersebut. Padahal saat itu akun Instagram usahanya sudah memiliki 1.000 follower dengan penjualan mencapai Rp 1 juta per hari.

Fany menargetkan jika akun Ray Garden sudah memiliki 3 ribu follower dia akan resign. Tapi ketika sudah mencapai follower sebanyak itu, dia masih belum memiliki keberanian untuk resign. Pada 2018, Fany mulai melebarkan sayapnya dengan membuka lapak di Tokopedia. Ternyata lapak dia di Tokopedia cukup sukses. Fany bisa mengantongi penjualan hingga Rp 70 juta per bulan hanya dari Tokopedia. Namun itu pun masih belum bisa membuat Fany berani untuk meninggalkan BNI.

Sampai akhirnya Fany mendapatkan kontrak rental tanaman dari sebuah perusahaan swasta yang bekerjasama dengan BUMN. Sistemnya dia harus menyewakan 100 tanaman ke perusahaan tersebut dengan 2 kali pergantian dalam 1 bulan. Per bulan dia dibayar Rp 25 juta. Akhirnya Fany lagi berpikir panjang, dia langsung mengajukan resign di Oktober 2019.


Sumber :Detikfinance

No comments

Powered by Blogger.