Incar laba Rp 2,8 triliun, begini rencana bisnis Bank BTN pada tahun 2021

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menjelaskan pihaknya optimis kinerja perusahaan akan lebih meningkat di tahun 2021. Setelah mencatatkan kinerja positif di tahun lalu, Plt. Direktur Utama Bank BTN Nixon Napitupulu menjelaskan pihaknya akan berupaya untuk mengakselerasi bisnis. 

Adapun, target-target yang dipatok Bank BTN tahun ini antara lain kredit diharap bisa naik 7%-9% secara year on year (yoy). Proyeksi itu jauh lebih optimis dibandingkan realisasi kinerja di tahun lalu. 

Dalam laporan keuangannya, Bank BTN mencatatkan kredit baru tumbuh 1,68% secara tahunan menjadi Rp 260,11 triliun. Meski begitu, Nixon menjelaskan realisasi itu masih lebih baik dibandingkan rata-rata kredit perbankan yang menurun lebih dari 2% tahun lalu. 

Perseroan menjelaskan, penunjang kredit di tahun 2021 masih akan ditopang dari KPR baik subsidi maupun non subsidi. Sebabnya, tahun lalu kredit perumahan BTN mencatatkan peningkatan 3,29% yoy menjadi Rp 234,78 triliun atau sekitar 90,26% dari total kredit perseroan. 

Penopang utamanya bersumber dari KPR subsidi yang mencetak kenaikan 8,63% yoy menjadi Rp 120,72 triliun. "Untuk KPR subsidi dan KPR non subsidi dengan harga di bawah Rp 300 juta masih ada peluang untuk tumbuh baik," kata Nixon dalam Paparan Kinerja Kuartal IV secara virtual di Jakarta.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit di tahun ini, Bank BTN berharap aset juga bisa ikut terkerek naik. Per akhir 2020 lalu, total aset Bank BTN tercatat sebesar Rp 361,2 triliun. Angka tersebut tumbuh sebesar 15,85% dari total aset di tahun 2019 sebesar Rp 311,77 triliun.

Dengan memakai asumsi pertumbuhan yang sejalan dengan kredit, Nixon optimis aset Bank BTN bisa menyentuh Rp 400 triliun pada akhir tahun 2021. 

Sementara itu, untuk dana pihak ketiga (DPK) tahun ini bank bersandi bursa BBTN ini mematok pertumbuhan 7%-9%. Meski lebih rendah dibandingkan pertumbuhan di tahun lalu yang mencapai 23,84% yoy. 

Selanjutnya 

Direktur Bank BTN Jasmin menjelaskan, target tersebut sangat realistis. Mengingat, tahun ini Bank BTN akan berupaya untuk meningkatkan dana murah alias tabungan dan giro. Tujuannya tak lain untuk menekan biaya dana atau efisiensi. "Nanti porsinya akan lebih banyak ke tabungan atau giro," kata Jasmin. 

Strategi peningkatan CASA tersebut menurut perseroan antara lain dengan menggandeng kerjasama dengan Kementerian dan Lembaga, perusahaan BUMN serta perusahaan swasta. Termasuk upaya optimalisasi digital untuk meningkatkan layanan kepada nasabah. 

Dari sisi laba bersih, bank plat merah ini punya target tinggi yakni tumbuh pada kisaran 50%-70% secara yoy. Dengan mendorong sederet program inisiatif, Nixon menargetkan tahun ini target Bank BTN bakal ada di kisaran Rp 2,5 triliun sampai dengan Rp 2,8 triliun. 

Asal tahu saja, sepanjang tahun 2020 lalu BTN mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,6 triliun. Perolehan laba tersebut tercatat naik 665,71% yoy dari laba bersih tahun 2019 sebesar Rp 209 miliar.

"Profit target masih tumbuh 50%. Kita akan lihat potensi pertumbuhannya ada di mana saja," imbuh Nixon. 


Sumber :Kontan.co.id





No comments

Powered by Blogger.