Inspiratif, Ini Dua UMKM yang Sukses Ekspansi Bisnis Makanan bareng GrabFood!



Sebagai aplikasi serbabisa, Grab tak hanya matang dengan layanan ride hailing seperti GrabBike dan GrabCar. Layanan pengiriman GrabFood juga terbukti telah menyokong pertumbuhan bisnis yang signifikan di Indonesia di tahun 2019.

Studi Tenggara dan CSIS Institute pada 2020, misalnya, mengungkapkan bahwa kontribusi merchant GrabFood terhadap perekonomian di Indonesia melonjak sebesar 79 persen ke Rp 37,3 triliun dari 2019 dari Rp 20,8 triliun di 2018 yang membuatnya sebagai kontributor ekonomi terbesar sejak tahun lalu.

Selain itu, riset Momentum Works menyebutkan bahwa GrabFood memimpin pasar pengantaran makanan di tahun 2021 dengan dominasi 53 persen dibandingkan pesaing lain.

Tentu saja, dampak kontribusi dari GrabFood ini juga sejalan dengan pertumbuhan bisnis para UMKM makanan dan minuman yang tergabung dalam merchant GrabFood. Tak sedikit pula yang berhasil melakukan ekspansi bisnis.


Seperti kisah UMKM dari Makassar, Del Manggo, yang menjual aneka minuman dan makanan penutup. Berdiri sejak tahun 2017, Del Manggo telah tersohor di masyarakat Makassar dan menerima pesanan bejibun setiap saat. Para mitra pengantaran GrabFood menyesaki outlet-nya hampir setiap hari.


Adalah Adnan Imran, pria kelahiran Makassar 6 November, yang mendirikan dan membesarkan UMKM minuman Del Manggo. Nama ‘Del Manggo’ diambil dari nama panggilan karibnya, Del.


Dalam wawancara, Adnan mengaku bahwa GrabFood memang telah membantu menggenjot pesanan minuman mangga khas Thailand ini. Bahkan, ia mengklaim bahwa 60 persen pesanan datang dari GrabFood!


"Grab memang sangat membantu, bisa kita lihat sendiri panjang antrian driver yang pesan Del Manggo. Sekitar 60 persen pesanan kita sebenarnya dari GrabFood sisanya itu customer langsung. Apalagi dengan cuaca panas seperti ini. Pernah, ada satu driver sampai pesan 40 cup, itu track record terbanyak driver Grab saat ini," jawab Adnan.


Bisnisnya yang kian tumbuh membuat Del Manggo dapat memperbanyak varian minumannya. Tak hanya minuman signature Del Manggo, beberapa varian baru seperti Avocado, Mango Lychee, dan lima macam dessert sudah nongkrong di menu barunya.


Sudah tiga tahun lebih Del Manggo berdiri, kini telah ada tujuh outlet yang aktif berjualan. Diakui Adnan, Del Manggo kini mampu menjual 1.000 cup per harinya. Tak hanya itu, tahun depan Adnan akan membuka dua outlet baru Ini menandakan bagaimana masyarakat begitu menyukai Del Manggo.


Adnan merasa bahwa kesuksesan Del Manggo tak lain adalah juga berkat kontribusi GrabFood. Selain dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, ongkos kirimnya pun terbilang murah.


"Sebenarnya Grab itu jawaban dari pengusaha ataupun masyarakat biasa. Bagaimana kita bisa membeli makanan lebih simple, praktis, dan bahkan lebih cepat, akhirnya yang merasakan dampak positifnya juga pengusaha. Jadi memang timing-nya juga pas, saat Grab mulai ekspansi, kita juga mulai buka," pungkas Adnan.

Martabak

Kisah kesuksesan lain datang dari Kota Medan. UMKM martabak manis menjual martabak kelas premium dengan topping-nya mix and match ini bernama Yurich Martabak dan Kebab House.


Adalah, Hally Luis, pria berusia 33 tahun yang hobi membuat kue dan telah menjalankan usahanya selama 2 tahun.

Hally merasa GrabFood sangat membantunya untuk menjangkau masyarakat leboh banyak agar dapat menikmati martabak buatannya. Ia bergabung dengan GrabFood di tahun 2018.


“Sebelum bergabung dengan GrabFood, pembeli martabak Yurich mayoritas pembeli sekitar outlet saja, sekarang pembeli bisa dari mana saja,” ujar Hally.

Hasilnya bisa ditebak. Setelah bergabung beberapa bulan dengan GrabFood omset Martabak Yurich meningkat sebesar 40%. Dia mengatakan pembelian Martabak Yurich yang diterima dari GrabFood per hari bisa sampai 190 pesanan.


“Pembelian saat ini memang didominasi dari GrabFood, yang datang langsung membeli ke sini ada 100 pesanan saja,” ujarnya.


Tak hanya omset meningkat yang dirasakan, Hally bahkan mengkalim bahwa keputusan membuka outlet baru Martabak Yurich juga dipengaruhi analisis atas hasil yang diraup melalui pemesanan dari GrabFood.


“Saya bisa menganalisa lokasi pesanan GrabFood yang tiap hari saya terima. Jadi saya mengetahui mayoritas orderan datang dari mana dan hal tersebut membantu saya menentukan lokasi outlet saya berikutnya. Semua jadi sangat mudah dan akurat berkat teknologi,” ujarnya.


Selain dapat menjangkau banyak pelanggan baru, Hally pun takjub dengan fitur GrabFood yang menyediakan opsi mix and match topping dengan mudah dan praktis sesuai keinginan pelanggan. Hally berharap ke depannya ia dapat bergabung dengan GrabKitchen yang ada di Medan untuk semakin memperluas jangkauan martabaknya.


Adnan dengan Del Manggo-nya dan Hally dengan Yurich Martabak-nya adalah dua dari 6 juta merchant, mitra pengemudi, dan agen yang tergabung dalam platform Grab di Indonesia. Kisah di atas bukti bahwa GrabFood turut berkontribusi terhadap perekonomian sebuah kota.


Berdasarkan riset, Tenggara Strategics dan CSIS mengestimasi bahwa Grab berkontribusi sebesar Rp 4,2 triliun ke perekonomian kota Makassar pada tahun 2018 melalui empat lini usahanya. Khusus di kota Medan, data menunjukkan Grab berkontribusi sebesar Rp 2,66 triliun pada tahun 2018, dengan kontribusi GrabFood sebesar Rp 1,03 triliun. Tak ketinggalan, penjualan mingguan mitra merchant GrabFood pun meningkat sebesar 19%.

Kini, GrabFood telah menghadirkan lebih banyak pilihan merchant ke dalam aplikasinya. Layanan pesan antar makanan GrabFood juga telah dapat dinikmati di lebih dari 200 kota di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.




Sumber :Tribunnews.com

No comments

Powered by Blogger.