Intip Mitos dan Kisah Mistis 5 Objek Wisata di Majalengka



Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memiliki sejumlah destinasi wisata yang telah terkenal hingga luar daerah. Lima di antara lokasi wisata di kabupaten yang berjuluk Kota Angin ini, menyimpan mitos dan cerita mistis. Berikut ulasan rangkuman lima objek wisata di Majalengka yang terkenal dengan mitosnya itu:

1. Talaga Herang 
Nama Talaga Herang sudah tak asing bagi warga Majalengka, Cirebon, Indramayu, dan Kuningan. Talaga ini punya air yang sangat jernih dari mata air Gunung Ciremai.  Mitos yang beredar di sini, wisatawan tidak boleh sombong agar tidak diganggu mahluk halus penunggu danau. Pernah ada pengunjung yang sombong dan merasa mahir berenang, namun akhirnya tenggelam. Selain itu, pengunjung tidak diperbolehkan menangkap ikan di Telaga Herang. Jika dilanggar, pengunjung akan dikenakan denda dengan jumlah nominal lumayan besar.

2. Gunung Cakrabuana  Gunung ini sangat cocok untuk pendaki pemula karena ketinggian puncaknya hanya 1.721 meter di atas permukaan laut. Cerita horor yang menyelimuti gunung ini antara lain sering muncul orang tua bungkuk hingga cakaran-cakaran hewan di tenda yang tidak diketahui asalnya.

3. Situ Sangiang Situ Sanghyang, Kabupaten Majalengka. 
Situ Sangiang terkenal akan keindahannya. Namun, di balik itu semua ada kisah mistis yang masih dipercaya oleh warga sekitar seperti saat malam hari, lokasi ini menjadi tempat berkumpulnya para jin dan siluman. Bahkan, ikan yang ada di kolam merupakan ikan jadi-jadian.

4. Curug Sawer Siapa sangka, keindahan Curug Sawer menyimpan kisah mistis yang masih dipercaya hingga sekarang. Warga sekitar percaya, Curug Sawer dibentuk oleh orang sakti yang sering menggelar upacara di Sungai Cipada. Orang sakti tersebut wafat dan menjelma menjadi ular raksasa. 

5. Gunung Ceremai  Gunung Ciremai memiliki sejumlah jalur pendakian salah satunya melewati jalur Apuy. Nah, jalur ini terkenal angker dan sering terdengar suara gamelan ketika berada di Pos V. Padahal, di sekitar tidak ada yang melakukan hajatan.  Tak hanya itu, konon, pendaki yang tersesat di jalur tersebut, suka ada burung berbulu hitam yang mengikutinya. Jika pendaki memiliki niat jahat, burung tersebut akan menyesatkannya. Sebaliknya, apabila niat pendaki baik, akan dituntun ke jalur pendakian yang benar oleh burung itu.


Sumber :iNewsJabar.id

No comments

Powered by Blogger.