Jadi Miliader dan Borong Mobil Mewah, Petani Tuban Tetap Pilih Bekerja di Ladang




     Petani yang mendadak jadi miliarder di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban , Jatim memilih tetap bercocok tanam dan mengurus ternak. Meski memiliki harta berlimpah, mereka lebih suka belepot tanah di ladang dari pada harus meninggalkan profesi warisan turun-temurun.




Sebagian besar uang pembebasan lahan yang diterima dari Pertamina itu digunakan untuk membeli lahan baru. Seperti yang dilakukan Tono (40), salah satu petani miliader . Matahari belum sempurna bersinar saat Tono telah bersiap-siap menjalankan pekerjaan rutin.

Mengendarai sepeda motor butut, miliarder asal Desa Sumurgeneng ini berangkat dengan penuh semangat. Namun dia bukan ke kantor maupun pabrik besar, melainkan pergi menuju ladang.

Meski 4 hektare lahan miliknya telah dibebaskan untuk proyek pembangunan kilang minyak Pertamina, Tono masih memiliki sisa lahan seluas 3 hektare. Sebagian lahan digunakan menanam padi, jagung, cabai, serta kandang ternak sapi. Dalam mengurus ladang dan ternak sapi, petani miliarder ini dibantu sejumlah buruh tani.

Bertani sudah menjadi bagian hidup warga Desa Sumurgeneng. Sehingga, mereka tetap mempertahankan profesi turun temurun ini meski memiliki harta miliaran . Sebagian besar uang pembayaran dari Pertamina digunakan warga untuk membeli lahan baru di luar desa.

Jika lahan baru yang dibeli sudah terealisasi sama luas, maka selanjutnya sisa uang digunakan untuk berbagai kebutuhan lain. Di antaranya untuk membeli mobil baru, deposito, renovasi rumah, dan modal usaha lain.

“Ada empat hektare yang saya jual, di luar penlok masih ada tiga hektare,” kata Tono.

Sementara itu, Pemerintah Desa Sumurgeneng memiliki kekhawatiran terhadap pengelolaan dan keamanan uang warga. Meski uang tersimpan dalam rekening bank, namun banyak para miliader baru ini yang berpendidikan rendah dan kurang memahami perbankan.

Sehingga mereka diimbau untuk selalu berkomunikasi dengan pihak bank terkait. Diketahui Pertamina telah memberikan pelatihan pengelolaan uang terhadap warga pemilik lahan.

Mereka diberi pembekalan dan pengetahuan terkait investasi, obligasi, asuransi, deposito, membuat usaha, serta penanaman modal. Sehingga saat pembayaran ganti rugi tanah dicairkan warga di harapkan dapat mengelola uang secara bijaksana.

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.