Jatuh Bangun Kehidupan Pengusaha Sukses Witjaksono, Anak Buruh Kini Tajir Melintir


Banyak jalan untuk mendapatkan sumber penghasilan, salah satunya dengan menjadi wirausahawan meski banyak risiko besar yang ada di depan mata.

Hal itu seperti yang dialami oleh salah seorang pengusaha besar, Witjaksono. Ia rela membanting setir dari seorang pegawai biasa ke dunia wirausaha hingga kini memiliki aset dengan jumlah fantastis.

Pantang menyerah, ia pun akhirnya berhasil menuai buah dari kesabaran dan ketekunan yang ia tanam sendiri.

Berasal dari Keluarga Sederhana

Bukan berasal dari keluarga berkecukupan, pria kelahiran Pati ini membagikan kenangannya saat dirinya menjalani kehidupan sulit semasa kecil. Witjaksono tak lain merupakan putra dari seorang ayah yang bekerja sebagai pegawai negeri dan seorang ibu yang berprofesi sebagai buruh.

"Saya basic-nya adalah orang miskin yang enggak punya. Ibu saya cuma buruh, bapak saya pegawai negeri tapi golongannya paling rendah. Saya masih ingat waktu kecil dulu itu saya makan satu telur itu dibagi delapan, saking miskinnya kita," ujarnya pada sebuah video yang diunggah pada kanal YouTube Anthony Sudarsono

Mendapatkan Motivasi Kuat dari Keluarga

Kendati merasakan jurang kemiskinan semasa kecil, namun ia tetap mendapatkan dukungan yang kuat dari kedua orangtuanya. Menurutnya, kemiskinan justru membuatnya sadar agar terus bergerak untuk hidup yang lebih baik.

Kedua orangtuanya justru diungkapkannya penuh ambisi untuk memberikan fasilitas pendidikan yang terbaik bagi dirinya.

"Dengan digemblengnya itu (kemiskinan), tapi beliau berdua itu punya komitmen yang cukup kuat bahwa anak-anak ini harus sekolah yang baik meskipun kita miskin," tambahnya.

Memulai Bisnis di Usia Muda

Dukungan yang kuat dari keluarga akhirnya membawa Witjaksono mulai berani merintis usaha sejak masih muda. Ia mengawali bisnis sejak  berusia 23 tahun.

"Mulainya umur berapa bisnis itu?" tanya lawan bicara Witjaksono, penasaran.

"Mulainya itu umur 23 tahun," jawabnya.

Mengawali Pekerjaan Sebagai Pegawai Bank

Sebelum terjun di dunia wirausaha, ia mengaku harus mendapatkan sumber keuangan yang cukup stabil. Lantas ia memilih untuk menjadi seorang pegawai bank dengan dedikasi tinggi. Saat itulah, ia justru mendapatkan banyak ilmu tentang mengelola sebuah perusahaan.

"Waktu saya bekerja di bank itu di situlah saya baru diajarkan, begini lo caranya menganalisa laporan keuangan, ini lo caranya menganalisa perusahaan, ini lo caranya nanti kamu berdagang yang benar itu. Jadi kita terbiasa menganalisa karena job desk-nya saya ya seperti itu," ceritanya.

Memutuskan Jadi Pengusaha

Bukan perkara mudah untuk melepaskan kenyamanan saat mendapatkan sumber penghasilan stabil. Namun, saat itu ia justru tertantang untuk beralih profesi sebagai pengusaha muda hingga kini mengantarkannya ke gerbang kesuksesan di usia yang masih relatif muda.

Saat beralih pekerjaan pun, ia mengaku sempat kebingungan untuk melanjutkan kegiatan dalam beberapa waktu kemudian.

"Waktu saya hijrah dari pekerja ke pengusaha itu saya sempat bingung juga," ungkapnya.

Sumber :Merdeka.com

No comments

Powered by Blogger.