Joseon, Periode Emas Kerajaan Korea Referensi Sinema

Istana Kyeongbokgung dari Dinasti Joseon. Joseon menjadi dinasti yang paling sering diadaptasi dalam pembuatan drama dan film Korea Selatan, yang terbaru adalah Mr. Queen. (AFP/KIM JAE-HWAN)

Joseon menjadi dinasti yang paling sering diadaptasi dalam pembuatan drama dan film Korea Selatan dalam hal ini adalah sageuk, yang terbaru adalah Mr. Queen. Joseon merupakan dinasti Konfusianisme terakhir dan yang paling lama berkuasa di Korea.

Tak hanya itu, Joseon juga menjadi dinasti yang memiliki catatan sejarah paling lengkap dibandingkan dinasti-dinasti lainnya. Riwayat seluruh raja Dinasti Joseon dari 1397-1910 tercatat lengkap hingga masuk Memory of the World UNESCO.

Mereka ialah Taejo, Jeongjong, Taejong, Sejong, Munjong, Danjong, Sejo, Yejong, Seongjong, Yeonsangun, Jungjong, Injong, Myeongjong, Seonjo, Gwanghaegun, Injo, Hyojong, Hyeonjong, Sukjong, Gyeongjong, Yeongjo, Jeongjo, Sunjo, Heonjong, Cheoljong, Gojong, dan Sunjong.

Dalam periode ini pula, menurut Korean Culture and Information Service (KOCIS), banyak temuan penting nan bersejarah mengubah Korea. Salah satunya adalah alfabet Korea (hangeul) yang dibuat Raja Sejong.

Awal Mula Joseon

Menjelang akhir abad ke-14, Goryeo berada dalam situasi sulit akibat masalah internal dan eksternal. Jenderal Yi Seong-gye menjadi populer karena berhasil mengusir penjajah asing. Dia menggulingkan Dinasti Goryeo dan mendirikan dinasti baru, Joseon.

Sebagai Raja Taejo pertama Joseon, ia memilih Hanyang atau yang sekarang disebut Seoul, menjadi ibu kota dinasti baru karena dinilai menguntungkan berdasarkan prinsip feng shui. Ibu kota baru itu juga mudah diakses karena Sungai Han (Hangang) mengalir langsung ke tengah kota.

Di bawah kepemimpinannya, Istana Gyeongbok, kuil Jongmyo, jalan, dan pasar-pasar dibangun.

People dressed in traditional Joseon dynasty uniforms attend a Cultural Properties Administration's reappearance ceremony in Changgyeong Palace in Seoul on 21 October 2001.  This is an annual cultural ceremony to show traditional loyalty to the king in days past. AFP PHOTO (Photo by KIM JAE-HWAN / AFP)Ilustrasi masyarakat Korea dengan pakaian tradisional era Joseon. Joseon menjadi dinasti yang memiliki catatan sejarah paling lengkap dibandingkan dinasti-dinasti lainnya. (AFP/KIM JAE-HWAN)

Seperti yang terlihat dalam banyak drama, orang-orang terutama dalam Kerajaan saat hendak keluar dan masuk kawasan kerap menunjukkan tanda pengenal atau yang disebut hopae.

Sistem itu diterapkan Raja Taejong, raja ketiga sekaligus anak pendiri dinasti, untuk mengetahui populasi dan menstabilkan sistem pemerintahan terpusat.

Raja Taejong juga membentuk badan eksekutif yang disebut Enam Kementerian Joseon: Personalia (Ijo), Perpajakan (Hojo), Ritus (Yejo), Urusan Militer (Byeongjo), Hukuman (Hyeongjo), dan Pekerjaan Publik (Gongjo), yang harus melapor langsung kepada raja.

Kegemilangan Joseon

Kepemimpinan kemudian dilanjutkan Raja Sejong, putra Taejong. Dalam kepemimpinannya, Dinasti Joseon berada di era kemakmuran politik, sosial, dan budaya yang kuat.

Para cendikiawan di Jiphyeonjeon (Hall of Worthies) mengembangkan kebijakan yang kuat dan efektif.

Jiphyeonjeon merupakan lembaga ilmu pengetahuan yang menghimpun para sarjana, ahli, cendekiawan dalam dinasti ini. Lokasinya terletak di kompleks Istana Gyeongbok.

Raja Sejong pula yang kemudian membuat alfabet Korea (hangeul) pada 1443 dan diresmikan menjadi sistem penulisan nasional pada 1446. Selama berabad-abad, orang Korea selalu menggunakan aksara China Tradisional.

Hangeul dinilai sebagai sistem menulis paling ilmiah dan mudah dipelajari. (AFP/JUNG YEON-JE)

Hangeul dinilai sebagai sistem menulis paling ilmiah dan mudah dipelajari. Sehingga, hangeul sangat berkontribusi dalam meningkatkan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah hingga menjadikan negara maju secara budaya.

Banyak cerita ditulis dalam hangeul sehingga mudah dipahami, berbeda dengan karya sastra yang diterbitkan dalam bahasa China.

Dalam periode Joseon, ilmu pengetahuan berkembang pesat. Jam air (jagyeongnu), jam matahari (angbuilgu), dan bola armiler ditemukan di awal dinasti ini.

Temuan lainnya adalah alat pengukur hujan, Chiljeongsan (tujuh komponen pengatur sistem kalender), dan Bagan Konstelasi (Cheonsang Yeolcha Bunyajido).

Perkembangan ilmu kedokteran juga terjadi signifikan dalam periode ini. Kumpulan Resep Asli (Hyangyak jipseongbang) dan Koleksi Resep Obat yang Diklasifikasikan (Uibang yuchwi) disusun dan menjadi perawatan asli Korea.

Selain itu, keterampilan kerajinan tangan juga menjadi ciri khas Dinasti Joseon. Abad ke-16 menjadi puncak keterampilan produksi keramik Joseon. Porselen putih menjadi ciri khas mereka berdasarkan tradisi yang telah berlangsung selama periode Goryeo.

South Korean traditional dancers perform at the royal palace of Changgyeonggung in Seoul on April 6, 2008 during a reenactment of Eoyeonrye, a ceremonial banquet hosted by Korean kings during the Joseon Dynasty hundreds of years ago. The Joseon Dynasty took place from the 14th century until the early 20th century.   AFP PHOTO / KIM JAE-HWAN (Photo by KIM JAE-HWAN / AFP)Dinasti Joseon juga menjadi periode di mana masyarakatnya memiliki hiburan yang semakin beragam. (AFP/KIM JAE-HWAN)

Aneksasi Jepang

Dinasti Joseon juga menjadi periode di mana masyarakatnya memiliki hiburan yang semakin beragam.

Mulai dari kisah yang ditulis dalam hangeul, ada pula Pansori (cerita musikal) dan tarian topeng yang berkembang menjadi genre representatif dari budaya akar rumput.

Banyak anak juga bisa mengenyam pendidikan di sekolah swasta di lingkungan sekitar mereka. Peningkatan kualitas hidup masyarakat terlihat signifikan dalam periode ini.

Namun, Joseon menjadi dinasti terakhir Korea. Gambaran permasalahan utama dalam Mr. Queen seperti perseteruan antara Kim Andong dan Jo Pungyang, serta Revolusi Donghak sesungguhnya terjadi di periode ini. Permasalahan ini juga melibatkan Dinasti Qing dan Jepang.

Qing pun mengaku kalah dalam Perjanjian Shimonoseki yang menjamin kemerdekaan Korea dari Tiongkok. Hal itu membuat Jepang mendapatkan hegemoni regional di Korea.

Sejumlah manuver dan kontra-manuver beberapa tahun membuat Korea menjadi protektorat Jepang pada 1905 lewat penandatanganan Traktat Protektorat.

Hingga pada 1910, Dinasti Joseon benar-benar berakhir karena Kekaisaran Jepang berhasil menganeksasi Korea.


Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.