Kasus Corona Menurun, Warga Slovenia Diizinkan ke Luar Negeri




      Otoritas Slovenia mengumumkan pencabutan kebijakan pembatasan sosial terkait virus Corona mulai minggu depan. Warga Slovenia sudah diizinkan pergi ke luar negeri.




"Tidak ada lagi larangan berpergian, kami bisa bepergian ke seluruh negeri," kata Menteri Dalam Negeri Slovenia Ales Hojs kepada wartawan seperti dilansir dari AFP, Jumat (12/2/2021).

Negara dengan 2 juta penduduk itu mengalami penurunan kasus Corona dalam beberapa pekan terakhir. Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit juga menurun.

Ales Hojs mengatakan pertemuan publik akan diizinkan kembali hingga 10 orang. Selain itu, seluruh siswa sekolah dasar akan kembali belajar secara tatap muka.

Toko-toko di Slovenia juga diizinkan buka. Namun, pengelola toko wajib menerapkan protokol kesehatan ketat.

Meski begitu, jam malam di Slovenia tetap berlaku. Jam malam mulai dari 21.00 hingga 06.00 waktu setempat. Aturan jam malam akan dicabut bila situasi semakin membaik.

Sementara itu, warga yang hendak bermain ski, dapat memberikan bukti negatif Corona dari swab test yang berlaku selama 7 hari. Padahal, selama ini otoritas Slovenia memberlakukan aturan ketat dengan batas tes Corona hanya 24 jam bagi warganya yang hendak bermain ski.

Diketahui, Slovenia mencatat sudah hampir 3.700 kasus kematian akibat COVID-19.

Sementara itu, warga yang hendak bermain ski, dapat memberikan bukti negatif Corona dari swab test yang berlaku selama 7 hari. Padahal, selama ini otoritas Slovenia memberlakukan aturan ketat dengan batas tes Corona hanya 24 jam bagi warganya yang hendak bermain ski.

Diketahui, Slovenia mencatat sudah hampir 3.700 kasus kematian akibat COVID-19.

Sumber :detik

No comments

Powered by Blogger.