My Boy With Glasses

Hasil gambar untuk anime glasses boy

Wajahnya, matanya, dan pandangannya. Dia bernama wan, laki-laki berkaca mata yang memiliki ekspresi wajah yang datar. Dia hanya laki-laki biasa yang suka menyendiri, tapi jika kalian semua jadi aku kalian akan langsung jatuh cinta ketika melihat wajahnnya saat pertama kali. Iya, namaku adalah azayaka megummi, aku jatuh cinta padanya, seketika dia menjadi tipeku. Dia sangat suka bermain basket saat jam olahraga bahkan saat dia memiliki waktu luang walau tidak sering. Aku sangat suka memperhatikannya, ketika kelasnya sedang jam olahraga aku akan melihatnya dari jendela kelasku sambil tersenyum.

“Kurasa kamu sudah gila senyum-senyum sendiri” kata temanku yuri.
 

“Kurasa kamu benar, aku sungguh tergila-gila padanya” jawabku.
 

“Apa? Siapa?” kata yuri
 

“Nani mo!” kataku lagi.

Lalu hari pun berlalu, yaa… Berlalu begitu saja, aku tidak pernah berkomuniasi dengannya karena aku tidak berani menegurnya lalu ujian akhir pun hampir dimulai ujian penentuan kelulusan kamipun harus bersiap-siap untuk itu dan memulai jam tambahan, kelas kami pun berpencar sesuai dengan pelajaran yang dipilih. Aku memilih geografi agak jauh dari kelasku yang lama tapi aku suka kelas itu, karena… Dia, yamazaki wan, kelasku dan kelasnya berjarak dekat yang membuatku bisa selalu melihatnya bahkan dari celah pintu, ternyata dia mengambil pelajaran kimia, pelajaran yang sangat menyulitkan. Aku jadi lebih sering memperhatikannya bahkan sampai beberapa kali dia memergokiku. Aku malu tapi aku juga senang…


Kurasa dia tau kalau aku sering memperhatikannya.

“Hei…” kata wan padaku

“Ya?!” aku terkejut melihat nya di dekatku


“Kenapa kamu selalu melakukan itu?” tanyanya


“Melakukan apa?” tanyaku


“Kamu selalu berada di dekat pintu lalu melihat ke arahku, saat aku melihatmu juga kamu langsung melihat ke arah lain, kenapa?” tanya wan lagi


Ya ampun aku tidak tau jika dia akan bertanya itu padaku.


“Daisuki yo” jawabku tanpa berpikir


“Eh?” katanya terkejut


“Eh? Sumimasen!” kataku lalu lari meninggalkannya sambil memukul kepalaku menyatakan betapa cerobohnya aku.

Lalu saat hari ujian aku bertemu dengannya tapi tidak saling bicara, dia melihat ke arahku, ekspresinya tidak dapat kumengerti dia tersenyum mungkin tidak bisa sepenuhnya dikatakan tersenyum tapi seolah-olah dia senang dan tersenyum.

“Hey…” kata wan padaku


“Eh?” kataku
 

“Kukira hanya perasaanku saja, ternyata benar…”
 

“Heeh?” aku terkejut
 

“Suki!” katanya padaku sambil tersenyum lalu pergi.
 

“Apa maksudnya?” tanyaku pada diriku sendiri,

Aku bingung apa maksudnya? Dia hanya berkata “Suki!” padaku lalu pergi. Apa dia jadi suka padaku?
Ah! Entahlah aku tidak tau… Tapi aku bisa melihat wajah datar itu berubah menjadi senyuman, aku juga bisa mendengar suaranya aku jadi sangat bahagia, laki-laki berkacamataku, daisuki yoo!!!

Cerpen Karangan: Indah Kinanti

Sumber : cerpenmu

No comments

Powered by Blogger.