Nasib Pedagang Tanah Abang, Omzet Nol Tapi Masih Kena Bayar Sewa



  Pandemi COVID-19 begitu berdampak bagi banyak sektor terutama sektor perdagangan. Para pemain di sektor ini tentu yang paling merasakan dampaknya salah satunya pada pedagang di pasar.
Sejumlah pedagang di Pasar Tanah Abang keluhkan penjualannya turun drastis sejak ada pandemi. Bahkan, ada yang mengaku omzetnya sampai surut lebih dari 200% alias minus di masa-masa awal pandemi COVID-19.

"Lebih kayaknya dari itu (100-200%), sepi banget pokoknya," ujar Lulu, pedagang pakaian anak di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat (19/2/2021).

Omzet minus begitu karena ada biaya sewa toko dan biaya-biaya lain yang harus Lulu keluarkan demi mempertahankan bisnisnya. Pasalnya, dagangan saat masa pandemi pernah tak laku sama sekali pada rentang April-Mei 2020 lalu. Tapi pedagang masih dibebankan biaya sewa toko Rp 6 jutaan per bulan dengan pembayaran minimal 3 bulan sekali.

"Jadi harus bayar Rp 18 juta waktu itu tapi belum ada duitnya. Solusinya masih boleh dagang tapi nyicil bayar sewanya," katanya.

Lulu sendiri mengaku belakangan omzetnya mulai membaik, tapi masih jauh dari biasanya.


"Sekarang ada sih yang beli, ada yang datang ke toko, tapi nggak sebanyak dulu," katanya.
Pedagang lainnya pun menceritakan hal serupa. Tapi penurunan omzetnya tak sebanyak Lulu.

"Ada kali ya 70% lebih," kata Galih, pedagang sweater dan pakaian pria di Blok B Pasar Tanah Abang.

Rata-rata penjualan Galih sebelum pandemi COVID-19 bisa mencapai sekitar Rp 5-10 juta per hari. Namun, sejak ada pandemi, untuk mencapai Rp 1-2 juta per hari saja sulit sekali.

Paling parah tokonya pernah tak menerima omzet sama sekali di awal-awal pandemi.

"Pernah bener-bener nggak ada yang beli. Kalau sekarang lumayan dah ada yang tanya-tanya dan beli juga," sambungnya.

Sayangnya, menurut Galih pengunjung yang datang ke tokonya itu kebanyakan tak langsung membeli jualannya.

"Ia kebanyakan nanya-nanya aja tapi ada juga yang beli," timpalnya.

Sumber :detik.com

No comments

Powered by Blogger.