Prasasti Glory di Pantai Sembukan Dikaitkan dengan Hal Mistis


Sampai saat ini masyarakat belum mengetahui pasti apa makna yang dikandung dalam dua buah Prasasti Glory yang berada di pinggir Pantai Sembukan Paranggupito, Wonogiri. Kabarnya, bangunan yang menyerupai beton pondasi berbentuk segitiga setebal 50 sentimeter tersebut dibangun oleh seorang warga berkewarganegaraan Amerika Serikat beberapa tahun silam.

“Prasasti Glory ini seingat saya dibuat sekitar tahun 2015 silam. Waktu itu saya masih menjabat sebagai perangkat desa, jauh sebelum jadi Kades,” ungkap Kepala Desa (Kades) Paranggupito Kecamatan Paranggupito, Dwi Hartono saat dikonfirmasi wartawan.

Meski sudah aus dimakan jaman, oleh warga setempat prasasti itu tetap dijaga. Mereka mengaku tidak mengetahui apa sebenarnya makna yang dikandung dalam prasasti itu.

“Dari keterangan bule itu, prasasti ini dibangun untuk mengenang kejayaan yang sirna dan kapan kembali. Menurut kepercayaan supranatural, di sini ada seekor burung garuda bersayap lima yang bisa datang sekejap dan hilang tak terlihat mata,” bebernya.

Bahkan, usai dibangun prasasti itu, kenang Dwi, sejumlah warga diundang oleh bule itu untuk melihat tayangan-tayangan paparan yang sudah ditranslate. Namun begitu, paparan itu menurutnya bukan lagi uraian logika namun berdasar kacamata supranatural.

Bahkan, kala itu lima warga disodori kartu pos. Dimana, warga diminta untuk membuat gambar burung garuda bersayap lima sesuai imajinasi masing-masing. Lalu, gambar-gambar itu dikumpulkan. Sejak saat itu Dwi mengaku tak berkomunikasi dengan pria itu.




“Pantai Sembukan ini kan berdasar kepercayaan adalah pintu gerbang ke-13 menuju Kerajaan Laut Selatan. Lalu di atas bukit ini ada petilasan Pangeran Sambernyawa. Dari paparan bule itu, saat dilihat menggunakan satelit, di tempat ini terdapat titik-titik cahaya. Sampai saat ini mereka belum mengetahui sumbernya darimana. Tapi, dari cerita orang pintar, di atas bukit ini, dekat petilasan Pangeran Sambernyawa tersimpan Mahkota Prabu Brawijaya V,” jelasnya.

Dwi mengatakan, Prasasti Glory itu disebut-sebut erat kaitannya dengan supranatural dan legenda kejayaan Keraton Surakarta. Sehingga, prasasti dibuat seolah-olah menyerupai bujur segitiga.

Disebutkan pula, jika prasasti Glory tersebut merupakan satu bagian dari tiga titik berbentuk segitiga. Jika ditarik benang, sudut pertama adalah prasasti Glory kemudian masjid yang ada puncak bukit sisi kanan pantai. Lalu titik ketiga tempat semedi yang berada pada puncak bukit, letaknya agak menjorok ke laut selatan.

“Pantai Sembukan ini kan dikenal sebagai pantai ritual. Kalau legenda jaman mbah buyut, jalan ke pantai ini kan masih sulit, terjal dan berlumpur. Nah, jaman dulu pantai ini sudah sering digunakan oleh bangsawan Keraton Surakarta ritual, kalau bahasa jawanya tedahan,” jelasnya.

Dwi Hartono menambahkan, meski prasasti itu tidak dimengerti makna atau artinya, pihaknya tetap akan melestarikan peninggalan tersebut. Bahkan, beton prasasti yang dulunya sudah miring, karena terkena abrasi pantai, kini sudah diperbaiki.

“Kita akan rawat dan dijadikan aset. Rencananya, nanti kalau ada anggaran akan dibuatkan pagar, biar tidak diinjak-injak pengunjung,” tandasnya.

Dari pantauan, prasasti itu berada di pinggir pantai, persis di atas tebing sisi kiri Pantai Sembukan. Bentuk prasasti itu sendiri jika dilihat seperti segitiga. Saat ini kondisi bangunan itu sudah tak terawat. Bahkan, tulisan yang ada di atas beton itu sudah aus termakan waktu akibat diinjak-injak pengunjung.

Pada ujung bangunan pertama yang berbentuk lancip terdapat tulisan dengan bahasa Indonesia Kejayaan(Glory). Lalu, tulisan di bagian bidang lainnya juga sama yakni menggunakan bahasa Indonesia.

Sementara itu, pada bangunan kedua, tepat di sudut atas tertera tulisan fleeting. Selanjutnya pada bidang bangunan itu ditulis menggunakan bahasa Inggris. Bila dicermati, tulisan pada prasasti kedua ini adalah hasil translate prasasti pertama.

Selanjutnya pada akhir barisan, tepatnya pada sisi bawah, samar-samar terdapat tulisan dengan huruf kapital berukuran cukup besar. Tulisan itu adalah REZHN Estrelaa KCYMAERXTHAERE.COM.

Sementara, saat media ini berusaha melakukan penelusuran dengan mesin pencarian, REZHN Estrelaa KCYMAERXTHAERE.COM adalah sebuah web berisi komunitas yang menampung cerita atau legenda tentang dunia pararel. Dilaman web itu juga disebut telah dibuat penanda atau prasasti sebanyak 140 titik di belahan dunia ini termasuk di Wonogiri dan Pulau Bali.


Sumber :Timlo.net

No comments

Powered by Blogger.