Profesi 'Menantang' Oshiya: Mendorong Orang Masuk Kereta

Suasana kereta di Jepang saat jam berangkat dan pulang kerja. (iStockphoto/Rich Legg)


Disiplin dan inovatif, adalah dua kata yang menggambar Jepang. Sebelum pandemi virus Corona, tepatnya pada 2019, sebanyak 31,9 juta wisatawan mancanegara mendatangi Negara Matahari Terbit untuk menikmati nuansa modern di sana.

Tapi suatu destinasi wisata pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Soal Jepang, tak sedikit wisatawan yang kaget dengan padatnya penumpang kereta di sana saat di hari dan jam kerja.

Dengan biaya hidup yang tinggi, kereta memang menjadi andalan bagi sekitar 40 juta penumpang di Jepang setiap harinya.

Datang terlambat ke suatu tempat masih menjadi momok bagi penduduk Jepang, karena bisa mempengaruhi suasana hati bahkan hubungan kerja.

Perbincangan mengenai tema tersebut muncul di forum r/todayilearned (TIL) di situs komunitas Reddit.

Awalnya seorang pengguna Reddit mengaku takjub dengan profesi "people pusher (pendorong orang)" atau dalam bahasa Jepang disebut oshiya untuk masuk ke dalam kereta yang terlihat padat.

Dalam cuplikan video yang dibagikannya, seorang penumpang pria terlihat pasrah saat dirinya didorong masuk dan kemudian pintu kereta tertutup.

"TIL bahwa Jepang mempekerjakan people pusher atau oshiya untuk mendorong penumpang masuk di kereta yang padat," tulis sang pengguna Reddit.

Pengguna lain langsung ramai berkomentar pada unggahannya. Tak sedikit yang mengaku kaget dengan pemandangan tersebut.

"Saya kira penumpang kereta di Jepang sangat teratur," tulis salah satu pengguna Reddit.

Namun anggapan bahwa "ternyata kereta di Jepang itu sumpek" langsung dibantah oleh pengguna lain.

"Kereta di Jepang sangat teratur dan disiplin. Pemandangan ini hanya terjadi saat jam berangkat dan pulang kerja. Terutama di stasiun kereta yang dekat perkantoran dan pemukiman padat," jawab pengguna Reddit lainnya.

Mengutip tulisan dari Live Japan, kereta di Jepang memang biasanya penuh sesak saat jam berangkat kerja yakni sekitar jam 7 pagi hingga 9 pagi.

Suasana stasiun kereta di Jepang saat jam berangkat dan pulang kerja. (iStockphoto/electravk)

Setelah itu, kereta di Jepang biasanya kembali penuh sesak saat jam pulang kantor, yakni sekitar jam 6 sore dan berlangsung selama beberapa jam setelahnya.

Kereta di Jepang juga sering terlihat penuh sesak karena banyak orang yang berdiri dekat pintu hendak bersiap turun.

Kalau dari jawaban pengguna Reddit lain yang mengaku tinggal di Jepang, oshiya sebenarnya bertugas "menggeser" penumpang yang sungkan untuk meminta penumpang lain untuk menggeser badannya di kereta, padahal gerbong di dalam masih luas. Sikap tertutup penduduk Jepang menjadi alasannya.

Sejak beberapa tahun yang lalu hingga saat ini tak ada orang yang khusus dipekerjakan sebagai oshiya di stasiun kereta Jepang.

Tugas tersebut biasanya dilakukan oleh petugas yang memang mendapat jadwal jaga saat jam-jam sibuk.

Tapi karena jadwal kereta di Jepang sangat tepat waktu, turis rasanya tak perlu khawatir harus berdesakan atau ketinggalan kereta, karena masih banyak kereta lain yang datang berselang 2-5 menit sekali.

Bagi turis yang hendak berlibur ke Jepang usai pandemi virus Corona, ada beberapa cara untuk menghindari terhimpit bak sarden dalam kereta di sana:

1. Jika tak mendesak, hindari naik kereta dari stasiun yang ramai saat jam sibuk. Sabarlah menunggu beberapa menit.

2. Berangkat sebelum atau setelah jam sibuk juga berlaku bagi turis yang baru datang atau hendak ke bandara dengan koper besar. Kalau ingin berjalan-jalan, kemaslah tas yang ringkas dan letakkan di depan dada selama di dalam kereta.

3. Jangan berisik. Kalau terpaksa berdiri di dalam kereta yang padat, angkatlah tangan ke atas agar penumpang di sebelah merasa nyaman tanpa khawatir kecopetan atau terlecehkan.

4. Jangan berdiri di depan pintu kereta jika stasiun tujuan masih jauh.

5. Kalau ingin dari kereta yang padat, teriakkan 'sumimasen' atau 'orimasu (saya hendak keluar)' agar penumpang lain memberi jalan.



Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.