Tidak Ada Sinyal, Ayah Ini Bangun Tenda di Atas Bukit Demi Kuliah Online Sang Anak




     Corona Covid-19 yang menyebar ke seluruh dunia tentunya membuat masyarakat harus membiasakan diri dengan kebiasaan baru yang ditetapkan pemerintah. Setiap negara tentunya akan melakukan ragam upaya dan menerapkan banyak peraturan untuk masyarakat di tengah pandemi saat ini. 
Menghindari kerumunan merupakan salah satu upaya melindungi diri dari penyebaran Covid-19. Oleh sebab itu, sejak pandemi Corona Covid-19 mewabah di Indonesia, pemerintah mulai menerapkan belajar online baik itu untuk siswa ataupun mahasiswa. Tak hanya di Indonesia, negara lain juga menerapakan peraturan tersebut agar mengurangi angka positif Covid-19 di negara tersebut.


Namun, tidak semua siswa dan mahasiswa mendapatkan fasilitas yang mudah dijangkau ketika belajar online. Semenjak diberlakukan belajar online atau belajar dari rumah, banyak cerita haru sekaligus menginspirasi dari banyak orang yang tersebar di media sosial. Pasalnya kesungguhan dan semangatnya agar bisa belajar online sangat luar biasa.

Dukungan dari keluarga tentunya menjadi suntikan semangat tersendiri bagi siswa ataupun mahasiswa yang kesulitan belajar online di kala pandemi. Seorang ayah asal Malaysia memberikan semangat kepada buah hatinya dan berupaya untuk memberikan fasilitas yakni dengan membangun tenda diatas bukit agar sang putri bisa belajar online dengan lancar.

Berikut Liputan6.com merangkum dari World of Buzz tentang kisah haru sekaligus menginspirasi seroang ayah yang bangun tenda di atas bukit untuk anak belajar online, Selasa
Sulitnya jaringan internet membuat ayah yang bernama Mohd Azmi ini membangun tenda untuk kuliah online sang anak di Bukit Pekai Tujuh, Kelantan. Ayah lima anak ini membangun tenda diatas bukit setinggi 20 meter agar sang putri bisa kuliah online dengan jaringan internet yang lancar. Tenda yang dibangun oleh Azmi ini didesain bak ruang kelas yang dapat memberikan kenyamanan ketika sang putri melaksanakan kuliah online.

Putri Azmi, Nurlieda Khaleeda, adalah mahasiswa teknologi laboratorium kedokteran tahun kedua dari Univerisity Malaya. Ruang kelas pribadi Nurlieda yang dibangun oleh sang ayah diatas bukit ini dilengkapi dengan kursi, meja, laptop, dan modem nirkabel yang kabelnya harus dipasang di rumah dan berjarak sekitar 30 meter dari rumah.

Nurlieda menuturkan bahwa dirinya menggunakan tenda ruang kelas ini setiap hari, kecuali pada malam hari.
Sebelum mendirikan tenda diatas bukit, Mohd Azmi juga pernah ke kota agar mendapatlan jaringan untuk kuliah online sang buah hati. Nurlidea menuturkan bahwa ini bukan pertama kali sang ayah membantunya agar mendapatkan jaringan internet. Ayah berusia 48 tahun ini dulu pergi ke kota yang jaraknya tiga kilometer hanya untuk mencari koneksi internet yang layak agar putrinya bisa kuliah online.

Namun, usaha yang dilakuka oleh Azmi tidak berjalan lama. Kini dirinya mengupayakan alternatif lain agar sang putri bisa belajar online dengan lancar. Usaha dan semangat Azmi untuk memfasilitasi buah hatinya ini tentunya menginspirasi. Dukungan dan semangat dari sang ayah tentunya menjadi suntikan sendiri untuk dirinya kuliah di tengah pandemi saat ini.

sumber;liputan6

No comments

Powered by Blogger.