WNI Sempat Panik Ketika Otoritas Perth Australia Berlakukan Lockdown




      Kota Perth di Australia memberlakukan lockdown selama lima hari karena menemukan 1 kasus COVID-19. WNI yang berada di kota itu berbagi cerita terkait kehidupan mereka saat kebijakan itu diterapkan. 






Seorang WNI mengaku sempat panik saat mendengar keputusan lockdown di tengah kesibukannya.

"Sempat panik juga karena saat itu kami sedang menyiapkan acara ulang tahun cucu teman," ujar Ayudia P. Siregar-Marzuki, warga asal Indonesia yang tinggal di Perth sejak tahun 2012, seperti dilansir ABC Australia, Selasa (2/2/2021).

Butet, panggilan akrabnya, pada hari Minggu itu sibuk membantu temannya, menyiapkan acara makan-makan di salah satu 'sport centre' yang rencananya akan dihadiri oleh komunitas Indonesia.

Di tengah segala kesibukannya, ia mendapat informasi jika kota Perth dan sejumlah wilayah lainnya akan menjalani 'lockdown' mulai pukul 6 sore itu juga.

"Saat mendengar informasi ini kami agak panik, apakah acara mau dilanjut, mau dibatalkan atau bagaimana," ujar Butet.

Selain itu, keputusan lockdown yang diumumkan Menteri Utama Australia Barat, Premier Mark McGowan menyatakan warga wajib mengenakan masker. Butet berkata Perth tidak mewajbkan masker selama berbulan-bulan, kecuali di bandara.

Posisi Butet waktu itu sedang tidak membawa masker sehingga khawatir jika aturan langsung ditegakan.

"Jadi karena kami sudah sampai di tempatnya teman dan teman itu juga tidak punya masker, jadi apa yang akan terjadi kalau masker ini berlakunya mulai saat itu," kata Butet lagi.

Acara makan-makan itu akhirnya tetap berlangsung, katanya, namun yang hadir hanya setengahnya.

"Alasannya karena mereka khawatir dan ada juga yang ingin belanja mempersiapkan segala kebutuhan sebelum lockdown berlaku mulai jam 6 sore," ujar mahasiswi Notre Dame University itu.

Sumber :Liputan6

No comments

Powered by Blogger.