You Make Me Crazy

Hasil gambar untuk you make me crazy jungkook

"JEON JUNGKOOK! BERHENTI KAU!” teriakku sekuat mungkin pada namja, ah bukan lebih tepatnya namjachinguku.

Pagi ini aku telah dibuat kesal oleh seorang namja yang berpenampilan sangat modis. Dengan tinggi kira-kira sekitar 175 atau lebih malah. Ya, dia telah mencium pipiku di depan banyak orang tepatnya di koridor sekolah kami. Tak bisa kubayangkan seperti apa wajahku saat itu.


Lihat saja kau Jungkook!

“JEON JUNGKOOK! BERHENTI KAU!” teriakku sekuat mungkin pada namja, ah bukan lebih tepatnya namjachinguku. Aku tak menghiraukan setiap pandangan yang kini melihat kearahku dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.


“Kejar aku kalau kau bisa Ji Hyun!” ucapnya seraya terus berlari dari kejaranku dan menjulurkan lidahnya.


“Aish! Benar-benar anak itu. Sudah besar masih saja bertingkah seperti bocah,” ucapku kesal. Aku mengepalkan kedua tanganku dan terus berlari mengejarnya.

Saat aku sedang mencari di kelasku, ah iya aku lupa memberi tau kalian. Kebetulan kami sekelas. Kulihat ke dalam, ternyata orang yang aku cari tidak ada. Kuputuskan untuk mencarinya di tempat lain.

‘Yang benar saja aku harus mencari namja sialan itu. Lagi pula itu hanya membuang waktuku. Tapi aku masih kesal padanya,’ batinku.


Ji Hyun kembali melanjutkan misinya untuk membalas Jungkook. Tiba-tiba saja ada seseorang yang menutup kedua matanya dengan tangan dari arah belakang.

“Siapa kau, jangan bermain-main denganku!” orang tersebut tidak melepaskan tangannya.


“Ya! Kau tidak dengar eoh?!” pekik Ji Hyun dengan nada yang meninggi.


“Aish, kau tidak tau siapa aku?” tanya orang tersebut.


“Kau bodoh atau apa? Kalau aku tau tidak mungkin aku bertanya padamu!” balas Ji Hyun semakin kesal.


“Kau bilang aku bodoh?! Wah, kau ini sungguh keterlaluan. Bukankah kau yang bodoh, selalu mendapat nilai jelek jika pelajaran-Matematika,” balasnya meremehkan.


Ji Hyun membatin, ‘Bagaimana dia bisa tau, kalau aku selalu mendapat nilai jelek pada pelajaran itu? Tidak salah lagi, ini pasti Jungkook sialan itu’

“Jadi kau, sekarang lepaskan tanganmu dari mataku. Atau kau mau aku habisi sekarang? Ayo cepat lepaskan,” kini Ji Hyun membalas dengan suara lembut.


“Arraseo, arraseo, aku menyerah. Aku tidak mau lagi kena pukul untuk kesekian kalinya olehmu,” namja ini akhirnya melepaskan kedua tangannya yang sejak tadi menutup kedua mata Ji Hyun.


Ji Hyun merupakan anggota Taekwondo, jadi wajar saja orang itu takut akan jurus-jurus yang dimiliki Ji Hyun.

“Yak! Kau selalu mengancamku dengan kata-kata itu,” Ji Hyun membalikan badannya menghadap Jungkook.


“Kkkk~ Aku sudah tau kelemahanmu. Jadi kau mau lari kemana lagi dariku, hm?” tanya Ji Hyun sambil melipat kedua tangannya di dada.


“Aku tidak akan lari lagi darimu,” jawab Jungkook yang semakin mendekatkan tubuhnya pada Ji Hyun. 

“Ya, ya, apa yang ingin kau lakukan padaku?” Ji Hyun terlihat ketakutan sekarang.


“Menurutmu?” Jungkook menunjukan smirk khasnya, membuatnya Ji Hyun bergidik.

Sekarang jarak mereka sangat dekat dan semakin dekat. Jungkook bisa merasakan deru napas kekasihnya yang tampak gugup. Namun ia menyukainya. Ia melihat Ji Hyun yang perlahan menutup kedua matanya. Jungkook sempat tersenyum melihat tingkah gadisnya itu. Membuatnya semakin gemas.

CHU~


Jungkook berhasil mendaratkan ciumannya di kening nan mulus milik Ji Hyun. Ia sesekali tertawa kecil saat Ji Hyun belum juga membuka matanya. “Apa yang kau pikirkan, bukalah matamu,” Jungkook mencubit gemas kedua pipi Ji Hyun.

“Ka … kau barusan mencium keningku?” Wajah Ji Hyun terlihat memerah dan memanas.
 
“Waeyo? Kau tidak suka, kalau begitu aku kan menciummu disini,” Jungkook menunjuk bibir Ji Hyun.

 

 

PLAK!

Tangan mungil Ji Hyun melayang di pipi Jungkook dengan keras, “Itu balasanya Tuan Jeon,” Ji Hyun tertawa kemenangan.


“Kau tega sekali menampar kekasihmu. Tapi kau pasti menginginkannya, kan chagi? Benar, kan?” bukannya menyesal, Jungkook malah menggoda Ji Hyun dengan ucapannya.


“Ani,” jawabnya singkat sambil meninggalkan Jungkook di belakang. Tapi ada sedikit senyuman di bibir Ji Hyun.


“Hei, kau tersenyum. Kau menginginkannya, kan?” Jungkook terus menggodanya sampai mereka tiba di kelas.

Hari ini, kami memulai pelajaran guru Kim, pelajaran-Matematika. Asal kalian tahu, aku sangat membenci pelajaran ini. Aku tak pernah mengerti apa yang diajarkan olehnya. Otakku selalu saja menolak jika diajak untuk berpikir. Entah karena aku yang bodoh. Ah, terserahlah. Untung saja aku memiliki seorang kekasih yang handal dalam pelajaran ini. Jadi kalian bisa tebak semua tugas yang diberikan oleh guru Kim, dikerjakan olehnya. Tapi bukan berarti aku tak ikut mengerjakan, hanya saja dia lebih banyak daripada aku. Hihi …

“Ya, Jeon Jungkook,” ucapku pelan memanggil namja itu.


“Jungkook!” panggilku lagi. Bukannya melihat Jungkook malah terus fokus mengerjakan soal yang diberikan oleh guru Kim.

Akhirnya aku berinisiatif merobek kertas dan membuatnya menjadi bulatan lalu melemparkan kearahnya.
“Aish, ada apa?!” jawab Jungkook dengan suara yang keras. Membuat seisi kelas menatap kerahnya. Tak terkecuali guru Kim yang sedang menulis soal di papan tulis. Aku hanya bisa menunduk pura-pura tidak tau. Dan melanjutkan menulis soal yang ditulis guru Kim.


“Mianhe Jungkook,” ucapku pelan.

“Jeon Jungkook! Apa yang kau lakukan?” Tanya guru Kim, menghentikan aktivitasnya.


“T-tidak ada guru Kim. Cheoseonghamnida guru Kim,” jawab namja itu kelabakan.

Jeon Jungkook, seorang namja yang sangat populer dikalangan yeoja di sekolahnya. Lihat saja dia tampan, tinggi, cerdas dan mempunyai yeojachingu yang sangat berbanding berbalik dengannya. Dia Cuma gadis biasa, tidak pintar dan tidak terlalu tinggi, wajahnya terbilang lumayan manis. Tapi entah bagaimana dia mampu membuat seorang Jeon Jungkook jatuh cinta padanya.

Sampai di rumah, Ji Hyun langsung melemparkan tas sekolahnya di ranjang mungilnya. Ia langsung merebahkan tubuh kecilnya itu. Sesaat ia melihat langit-langit kamarnya, kemudian tangannya langsung merogoh ke dalam tas sambil mencari smartphone-nya. Ia mengirim pesan pada Jungkook dan menyuruhnya datang kerumah.

To: Jungkook


“Chagi, apa kau sibuk? Kalau tidak, bisakah kau datang ke rumahku dan mengajariku Matematika? Kau tau kan aku sangat sulit jika mempelajari itu. Mungkin aku bisa mati memikirkan setiap angka ini.”

Aku mengirim pesan pada Jungkoo untuk mengajariku. Karena besok adalah ujian kenaikan kelas. Dan kalian pasti sudah tau kan apa kelemahanku. Aku selalu mendapat nilai rendah pada pelajaran guru Kim—Matematika.

Beberapa menit kemudian…


TING TONG


“Itu pasti dia.” Aku segera membuka pintu dengan cepat.

Tengah kudapati seorang namja sedang berdiri sambil membawa kantong plastik besar yang aku tak tau isinya apa.


“YA! Kenapa kau lama sekali!”


“Eish, kau ini. Ya sudah aku pulang saja kalau begitu,” ucap namja itu enteng, membuatku langsung menarik tangannya dengan cepat.


“Ya, kau marah? Kau benar-benar terlihat seperti anak kecil Tuan Jeon. Kajja, masuklah,” ajakku sambil menarik lengannya.

Beberapa jam kemudian…


“Kau lihat, sebenarnya pelajaran ini mudah. Kau saja yang terlalu bodoh,” ucap Jungkook santai yang fokus pada buku di tangannya.


“Ya! Kalau aku bodoh kenapa kau mau menjadi namjachinguku, eoh?!” balasku kesal dengan mata melotot kearahnya.


“Ternyata kau lebih menyeramkan dari guru Kim ya,” ledek Jungkook sembari tertawa kecil.


“JEON JUNGKOOK!” amarahku meninggi.

Setelah perkelahian yang tak jelas tersebut, mereka beristirahat sejenak sambil memakan makanan yang dibawa oleh Jungkook.

“Ji Hyun-ah, boleh aku meminta sesuatu darimu?” Jungkook terlihat ragu mengatakannya dan menggaruk tengkukknya yang tak gatal.


“Mwo?” jawabku ketus, memandangnya dengan tatapan sangat datar.


“Aish, kau. Sudahlah, aku lelah bertengkar denganmu sekarang.”

Ji Hyun mulai kembali fokus pada pelajaran matematikanya. Mencoba mengerjakan soal-sola pada buku pelajarannya.


Disisi lain, Jungkook tengah menikmati cemilan yang dia beli sambil memainkan ponsel yang sedari tadi ia pegang. Sesekali matanya melirik ke arah Ji Hyun yang masih berkutat dengan soal-soal yang mungkin membuatnya pusing sekarang.

‘Anak ini, kalau sedang serius benar-benar imut. Ingin sekali aku mencium bibirnya. Ah, apa yang kau pikirkan Jungkook. Tapi memang benar bagiku dialah wanita yang tercantik di dunia, maksudku dalam hidupku sekarang ini.’

Ah, aku lelah terus menatap angka-angka ini. Percuma aku menyuruhnya datang, bukannya membantu malah asik dengan dunianya. Aish, kenapa harus ada pelajaran ini, sih! Kepalaku hampir meledak, jangankan mengerjakannya, mendengarnya saja aku sudah malas. Tapi aku terus berjuang. Hah! Tapi Ini memang sulit!


Aku tak boleh menyerah hanya karena soal bodoh ini.

Mataku sedikit demi sedikit mulai sayu. Dan bodohnya lagi aku dibuat tertidur oleh soal-soal yang membingungkan ini.

“Ji Hyun! Ahn Ji Hyun!” Jungkook menggoncang tubuh Ji Hyun yang akhirnya tertidur pulas di atas buku pelajarannya.


“Bisa-bisanya dia tertidur. Sepertinya dia sangat stres. Dia kan bodoh. Mana mungkin bisa mengerjakan soal ini,” gumamnya pelan sambil mengangkat tubuh Ji Hyun.


“Eh, eh, eh!” badannya oleng ketika ingin meletakan tubuh mungil Ji Hyun di tempat tidur.


“Badanmu kecil, tapi kenapa kau berat sekali,” oceh Jungkook yang menyeimbangkan badannya. Tapi apa daya dia malah kehilangan keseimbangan dan akhrinya mereka berdua jatuh ketempat tidur. Dan …

CHU~


Jungkook berhasil mendaratkan bibirnya ke bibir mungil Ji Hyun tak sengaja. Ji Hyun dan Jungkook yang langsung tersadar melihat kedua bibir mereka bersatu sontak kaget dan terdiam sejenak. Tapi dengan cepat Ji Hyun mendorong tubuh Jungkook. Membuat namja itu terjatuh.

BRUK


“Aw, appo! Apa yang kau lakukan Ji Hyun-ah!”


“MWO! Kau masih bertanya?! Jelas-jelas kau barusan telah menciumku tanpa izin dariku. Apa sekarang otakmu mulai mesum, huh!”


“Ya, kau berlebihan Ji Hyun-ah. Aku tak bermaksud seperti itu. Aku tak dapat menyeimbangkan tubuhku sangat menggendongmu dan ak-”


Ucapan Jungkook terpotong oleh ocehan Ji Hyun, “Dan apa! Dan kau memang sengaja ingin menciumku, kan!”


“Kkk~ Kenapa wajahmu tiba-tiba memerah seperti itu, apa kau malu atau kau menyukainya?” Namja ini terlihat memainkan kedua alisnya sambil tersenyum imut kepada Ji Hyun.

‘DEG’


‘Apa wajahku memerah? Ani, ani. Kenapa kau Ji Hyun-ah! Tapi kenapa aku menyukainya? ‘Aish, benar-benar kau Joen Jungkook!’

“A-aku? Aku malu? Ya-yang benar saja. Sudahlah kau telah membuatku marah sekarang Jeon Jungkook!” Ji Hyun mengelak perkataan Jungkook. Ia pun langsung menutup tubuhnya dengan selimut.


‘Ya, Ji Hyun-ah. Apa yang barusan terjadi! Jungkook berhasil mencium bibirmu.’


‘Apa ini! Kenapa jantungku mulai berdetak tak beraturan.’ Batin Ji Hyun terus bersuara.

“Aku tau kau pasti menyukainya, kan? Jujur saja,” goda Jungkook, yang kini mulai naik ke tempat tidur Ji Hyun.


Tanpa Ji Hyun sadar, ada sebuah tangan yang memeluknya dari belakang dengan perlahan.


‘Jungkook?’ Apa yang dia lakukan sekarang? Jangan-jangan dia ingin … Ah, apa yang kau pikirkan kan Ji Hyun!’

Ji Hyun, mencoba membalikan badannya tapi ia sangat ragu. Dan ia harus segera melakukannya sebelum sesuatu yang tak diinginkannya terjadi.


‘Baiklah dalam hitungan ketiga aku harus berbalik. Satu, dua … tiga!’

Sungguh nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustai. Sekarang aku mendapati Jungkook yang tengah tertidur ‘di atas tempat tidurku’. Wajahnya sangat tampan jika dilihat dari jarak dekat. Pantas saja para yeoja di sekolahku sangat tergila-gila padanya.

Perlahan tanganku mulai bergerak menyentuh setiap inci pada wajahnya. Matanya, hidungnya, dan … bibirnya, sungguh manis. Aish, sialan. Jantungku mulai berdetak dua kali lipat sekarang. Saat tanganku menyentuh pipinya tiba-tiba …

“Eungh ….” Jungkook terbangun akibat sentuhan tanganku.


‘Gawat, dia bangun. Dasar bodoh kau Ji Hyun’

“K- kau sudah bangun?” tanya gadis itu dan segera menghentikan aktivitasnya.


“Kenapa kau terlihat gugup?” ucap Jungkook dengan mata setengah terbuka.


“Ah, itu. Bukan apa-apa. Aku merasa panas saja akibat selimut ini.”

“Ji Hyun-ah …” Jungkook memanggil nama itu dengan lembut selembut sutra.


“Hmm.”


“Aku baru menyadari, kalau kau sangat cantik,” Jungkook membuat wajah gadisnya seperti kepeting rebus.


“Berarti selama ini aku jelek, begitu?”


“Bukan seperti itu. Maksudku, kau sangat cantik dari dekat.”


“Berarti kalau jauh, aku jelek?” /Ji Hyun mulai ngeselin ya, untung punya pacar sabar kaya Jungkook


“Bukan jelek, tapi tidak jelas. Karena kau seperti makhluk gaib bagiku. Tidak, tidak. Hanya saja lebih cantik dari yang kuduga.” Wajah Ji Hyun mendadak berubah menjadi merona dan merasa panas di wajahnya.


“Ahaha … A- apa yang kau katakan Jungkook,” balas Ji Hyun sedikit tertawa menghilangkan rasa malunya.

CHU~


Jungkook kembali mencium bibir chery milik Ji Hyun secepat kilat. Jungkook terus memandangi wajah yeojachingu-nya dengan intens, disertai senyuman dan sedikit menampakkan gigi kelincinya. Ji Hyun pun tak dapat menyembunyikan rasa malunya itu.

“Kau benar-benar membuatku gila Jeon Jungkook. Sungguh.”

Cerpen Karangan: YuliaKookie

 

 

Sumber : cerpenmu

No comments

Powered by Blogger.