10 TKI Ilegal Terciduk Satgas Pamtas di 'Jalur Tikus' Perbatasan Indonesia-Malaysia

Dengan dalih tidak bekerja lagi karena serangan virus corona, 10 warga Kabupaten Sambas, Kota Pontianak dan Makassar memilih untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), walaupun tanpa dokumen alias ilegal.

TKI ilegal atau disebut Pekerja Mingran Indonesia Bermasalah (PMI-B) itu terciduk Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Batalyon Infantri (Yonif) 642/Kapuas yang sedang patroli di jalur tikus perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di wilayah Dusun Aruk, Kabupaten SambasKalimantan Barat, pada Senin  pukul 03.30 WIB.

"Pengamanan ini sebagai langkah kami dalam mencegah berbagai tindakan pelanggaran hukum yang terjadi di wilayah perbatasan," kata Letkol (Inf) Alim Mustofa, Dansatgas Pamtas Yonif 642/Kapuas.

Selain mengamankan 10 TKI Ilegal tersebut, di hari yang sama Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas juga mengamankan puluhan botol Minuman Keras (Miras) di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, di  Dusun Sempadan, Kabupaten SambasKalimantan Barat.

Puluhan botol Miras yang diamankan Satgas Pamtas tersebut, terdiri atas 36 botol merek Benson, 6 botol merek Tiger dan 6 botol merek Kingway.

Alim Mustofa menjelaskan, pengungkapan puluhan botol Miras itu merupakan hasil pengintaian yang dilakukan Satgas Pamtas.

Satgas Pamtas, kata dia, memang rutin patroli dan melakukan pengintaian di wilayah perbatasan, dengan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Dia menambahkan, Satgas Pamtas akan terus berupaya mencegah terjadinya tindakan pelanggaran hukum yang terjadi di wilayah perbatasan, dengan tidak memberikan celah sedikitpun, baik itu PMI nonprosedural maupun peredaran barang-barang ilegal dan masuknya Narkoba.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi aturan-aturan hukum yang telah ditetapkan, demi kebaikan dan keamanan bersama, khususnya di wilayah perbatasan ini," tutup Ali Mustofa.


Sumber :Warta Sambas Raya





No comments

Powered by Blogger.