6 Fakta Viral Wanita Bercadar Rawat Puluhan Ekor Anjing Ditolak Ormas



    Belum lama ini viral seorang wanita bercadar bernama Hesti Sutrisno yang memelihara puluhan ekor anjing liar diungkap akun Twitter @fravisyar pada Jumat, 12 Maret 2021.

Hesti diketahui memungut anjing terlantar di jalanan untuk diasuhnya di sebuah lahan pribadi. Tetapi, niat baiknya menyelamatkan puluhan anjing liar itu ditentang oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) lokal di daerah tempat tinggalnya
"Dengan hasil menjual kripik, beliau memutar keuntungannya utk mengasihani dan memberi rumah utk hewan yg tidak bertuan. Tapi, niat baik tentu tidak selalu diterima dengan baik..," tulis akun tersebut.

Kemudian, akun @fravisyar menceritakan, pada Jumat, 12 Maret 2021, sejumlah orang yang mengaku dari ormas lokal mendatangi Hesti untuk menghentikan aktivitasnya memelihara anjing.

"TIDAK ADA LAGI YANG MEMELIHARA ANJING DIKAMPUNG INI!!! KAMI MAUNYA, ANJING2 INI DIKELUARKAN!!," ucap salah satu pihak.

Kepolisian pun turun tangan mencari solusi yang bisa diterima antara Hesti dan ormas. Kepolisian sudah dua kali mempertemukan Hesti Sutrisno dan perwakilan ormas yang keberatan.

Berikut 6 fakta terkait viral seorang wanita bercadar bernama Hesti Sutrisno yang pelihara puluhan ekor anjing dihimpun Liputan6.com:
Seorang wanita bercadar, Hesti Sutrisno menjadi perhatian publik lantaran memelihara puluhan ekor anjing liar.

Wanita berusia 41 tahun itu memungut anjing terlantar di jalanan untuk diasuhnya di sebuah lahan pribadi.

Namun niat baiknya menyelamatkan puluhan anjing liar itu ditentang oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) lokal di daerah tempat tinggalnya. Cerita yang ditulis oleh akun Twitter @fravisyar pada Jumat, 12 Maret 2021 ini pun viral.

"Dengan hasil menjual kripik, beliau memutar keuntungannya utk mengasihani dan memberi rumah utk hewan yg tidak bertuan. Tapi, niat baik tentu tidak selalu diterima dengan baik..," tulis akun tersebut.

Belakangan terungkap, Hesti merawat 71 ekor anjing di pekarangan miliknya di daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pada Jumat, 12 Maret 2021 lalu, sejumlah orang yang mengaku dari ormas lokal mendatangi Hesti untuk meminta dirinya menghentikan aktivitasnya memelihara anjing. Akun @fravisyar tak menyebutkan detil di mana lokasi lahan milik Hesti.

"'TIDAK ADA LAGI YANG MEMELIHARA ANJING DIKAMPUNG INI!!! KAMI MAUNYA, ANJING2 INI DIKELUARKAN!!' Ucap salah 1 pihak yang mengaku bahwa ia adalah perwakilan warga, dengan lencana ormasnya, tanpa mau dengar suara ibu bercadar dan rasa kasihan pada hewan....," cuit akun tersebut.


Ormas yang mengaku mewakili warga itu berdalih bahwa aktivitas Hesti memelihara puluhan anjing telah mengganggu warga sekitar. Mereka juga menyebut aktivitas Hesti tidak sesuai syariat.

"Hari ini, saya menyaksikan pertemuan antara beliau dan ormas yg mengaku mewakilkan 'Warga'. Orang2 tersebut dgn terang melarang bu Esti utk memelihara anjing, dgn alasan mengganggu ketertiban dan tidak sesuai dgn syariat (lagi2, ga jauh dr ini)," katanya.
Kemudian, menurut akun @fravisyar, lahan yang dimiliki Hesti untuk memelihara puluhan anjing liar itu seluas kurang lebih 1 hektare dan jauh dari permukiman warga.

"Lahan yang bu Esti miliki juga tidak bersebelahan dgn rumah warga, bisa dilihat dari sini. Pembuangan kotoran anjing2nya pun, telah uji layak dgn membuangnya pd septiteng yg sudah dibuatkan," tulis dia.

Kesehatan anjing yang dipelihara di tempat itu juga diperhatikan oleh Hesti. Bahkan anjing-anjing tersebut telah terverifikasi oleh instansi yang berwenang dan dipastikan tak terkena virus rabies.

"Hal2 tersebut telah dikemukakan, namun tetap dgn 1 alasan; 'MENGGANGGU, BERISIK, WARGA DIRUGIKAN. GADA PULA SOSIALISASI, GAK ADA ADAB!!11'," kata dia.
Sumber :liputan6

No comments

Powered by Blogger.