6 Tips Menjaga Reputasi Perusahaan, Hati-Hati dengan Sosmed

Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

Ketika membentuk suatu perusahaan, pastinya akan ada risiko dari pembentukan tersebut, yaitu risiko reputasi. Sangat penting untuk menjaga reputasi perusahaan supaya citra perusahaan di publik, khususnya dunia bisnis dapat dipandang dengan baik

Menjaga reputasi jika membangun sebuah perusahaan perlu dilakukan. Jika masih bingung, sebaiknya ketahui terlebih dahulu arti dari risiko reputasi pada suatu perusahaan.

Risiko reputasi adalah kemungkinan bahwa publisitas yang buruk dapat merusak citra publik bisnis dan mengganggu kemampuannya untuk menghasilkan pendapatan. Reputasi tersebut bersifat subjektif dan berdasarkan pada persepsi publik.

Dilansir dari The Balance Small Business, Jakarta, Selasa (23/3/2021), banyak pemilik bisnis tidak memikirkan reputasi perusahaan mereka hingga dirusak oleh publisitas negatif dan itu adalah sebuah kesalahan. Waktu terbaik untuk melindungi reputasi perusahaan adalah sebelum peristiwa yang merusaknya terjadi.

Oleh sebab itu, berikut telah Okezone rangkum 6 tips yang bisa dilakukan untuk menjaga reputasi perusahaan agar terhindar dari risiko yang menakutkan.

1. Identifikasi Peristiwa yang Berpotensi Merusak

Dalam mengidentifikasi peristiwa yang dapat merusak reputasi perusahaan, tidak perlu menunjukkan dengan tepat setiap ancaman, hanya yang paling mungkin terjadi. Cari tahu peristiwa apa saja yang bisa merusak reputasi tersebut dan gunakan sebagai acuan untuk mengidentifikasinya agar bisa mencegah apabila kejadian itu hampir tiba di depan mata.

2. Tentukan Tanggapan Masalah Pelanggan

Jika mendapatkan ulasan negatif, beberapa hal dapat dilakukan, seperti dapat mengabaikan kiriman, meminta pelanggan yang puas untuk mengeposkan ulasan positif, atau menawarkan untuk memperbaiki kesalahan yang dirasakan.

3. Buat Kebijakan Media Sosial yang Jelas

Tentukan siapa yang dapat mengakses akun media sosial perusahaan, siapa yang dapat memposting konten, dan pesan apa yang ingin disampaikan saat berkomunikasi tentang perusahaan. Kebijakan media sosial juga harus menjelaskan bagaimana pekerja harus berperilaku ketika sedang online di internet atau media sosial.

4. Atasi Masalah Kecil dengan Cepat

Masalah kecil bisa menjadi masalah besar jika tidak segera diselesaikan. Beberapa masalah di dapur komersial dapat dengan cepat menjadi investasi. Artinya, keluhan tentang produk cacat dapat mengindikasikan masalah manufaktur yang tidak diperbaiki, pada akhirnya dapat memicu penarikan kembali secara resmi.

5. Buat Rencana Keamanan Siber

Menyewa seorang ahli untuk membuat keamanan siber serta mengaudit potensi risiko dan eksposur bisnis dapat dilakukan. Kebijakan tersebut harus menyertakan proses untuk mengamankan data sensitif di jaringan, situs web, dan dalam sistem pembayaran. Ini juga harus mengatasi penipuan dan keamanan karyawan, bersama dengan proses untuk menanggapi insiden.

6. Cari Bantuan dari Perusahaan Reputasi Online

Perusahaan-perusahaan ini dapat memantau kerusakan reputasi, membantu menekan ulasan buruk, berita, atau posting media sosial, dan meningkatkan profil online perusahaan secara keseluruhan. Dengan bantuan tersebut, masalah yang akan terjadi bisa ditangani lebih cepat sehingga reputasi perusahaan pun bisa aman dari citra yang buruk.



Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.