APLN Terus Pacu Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19


PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) lewat anak usahanya PT Putra Adhi Prima terus memacu bisnis di tengah ketidakpastian akibat pandemi covid-19. Tidak ditampik, pandemi memberikan tekanan tetapi bukan berarti menjadi penghalang untuk terus menjalankan aktivitas bisnis pada tahun ini.
 
"Pandemi covid-19 bukan alasan untuk menghentikan kegiatan bisnis kami. Pembangunan harus terus berjalan. Ini sudah menjadi komitmen kami," kata Assistant Vice President Residential Marketing APLN Zaldy Wihardja, dalam keterangan tertulisnya.

Zaldy Wihardja mengatakan properti merupakan salah satu sektor yang sangat penting dan kebutuhannya sangat besar. Hal itu juga didukung oleh kebijakan otoritas terkait guna menggairahkan kembali industri properti di Indonesia yang harapannya berimbas positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Sampai sekarang, properti villa masih banyak peminat," ucapnya.
 
Hal itu, lanjutnya, yang membuat pihaknya memulai pembangunan Cluster Everest di kawasan Vimala Hills Villa & Resort di Gadog, Ciawi, Bogor. Dimulainya pembangunan Cluster Everest ditandai dengan prosesi groundbreaking. Masih tingginya minat memiliki villa di kawasan wisata seperti Bogor menjadi alasan APLN meluncurkan kawasan tersebut.
 
"Suasana dan fasilitasnya sangat cocok bagi masyarakat yang ingin menjalani gaya hidup sehat dalam kemurnian suasana alam," ujar Zaldy.
 
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) mencatat penjualan properti residensial membaik meski masih berada dalam tren penurunan. Survei Harga Properti Residensial (SHPR), penjualan rumah pada triwulan IV-2020 terkontraksi 20,59 persen (yoy), lebih kecil dibandingkan pada triwulan sebelumnya yang sebesar 30,93 persen (yoy).
 
Penurunan volume penjualan terjadi pada rumah tipe besar dan tipe menengah yang masing-masing turun hingga 36,65 persen dan 24,13 persen. Sementara tipe kecil turun 15,06 persen. Penurunan penjualan properti terjadi karena adanya pandemi covid-19 dan penerapan PSBB. Faktor lain yang menjadi penghambat penjualan properti adalah suku bunga KPR.
 
"Meskipun rata-rata suku bunga KPR turun pada triwulan IV sebesar 8,55 persen, namun suku bunga tersebut dirasakan masih cukup tinggi bagi konsumen terutama tipe rumah kecil dan menengah," Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryo.


Sumber :Medcom.id

No comments

Powered by Blogger.