Besok, Selandia Baru Cabut Lockdown di Auckland

https://img.okezone.com/content/2021/03/06/406/2373284/besok-selandia-baru-cabut-lockdown-di-auckland-9gMfpe25AC.JPG

 

PERDANA Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern menyatakan bahwa pemerintahnya akan mengakhiri karantina wilayah atau lockdown di kota terbesar Auckland pada Minggu, 7 Maret 2021 besok menyusul hanya ditemukannya satu kasus virus corona alias Covid-19.

Ardern memberlakukan lockdown di kota berpenduduk dua juta itu pada Sabtu, 27 Februari 2021 lalu, sebagai respons 'ketat dan dini' pemerintah yang dilakukan selama krisis pandemi Covid-19.

Dua kasus lagi yang ditularkan secara lokal dilaporkan menyusul pemberlakuan tersebut, tetapi tidak ada kasus baru yang dilaporkan dalam lima hari terakhir.

“Kita mungkin tidak berada dalam posisi yang menghancurkan seperti yang dialami sebagian besar dunia, tetapi strategi eliminasi dapat terasa seperti kerja keras dan rasa lelah sangatlah wajar," kata Ardern dalam konferensi pers, Jumat kemarin.

"Covid-19 adalah kerja keras untuk semua orang. Terima kasih telah berjuang sekali lagi," imbuhnya.

Pendekatan Ardern telah disebut sebagai alasan Selandia Baru menjadi salah satu negara paling sukses di dunia dalam mengendalikan penyebaran virus corona, namun penutupan terbaru telah dikritik oleh beberapa orang di media sosial karena beberapa acara olahraga dan budaya harus dibatalkan.

Ardern menjelaskan, Auckland akan bergerak ke level waspada dua setelah karantina wilayah berakhir pada pukul 6 pagi, Minggu waktu setempat, turun dari level siaga 3 yang mengharuskan orang untuk tetap berada di dalam gelembung rumah tangga mereka saat tidak di tempat kerja atau sekolah.

Wilayah negara lainnya akan beralih ke siaga tingkat satu, yakni level terendah. Sebelumnya, Selandia Baru telah melaporkan lebih dari 2.000 kasus Covid-19 dan 26 kematian sejak awal pandemi.

MASKAPAI penerbangan Air New Zealand akan menguji Travel Pass di industri penerbangan untuk rute Auckland menuju Sydney mulai April 2021 mendatang.

Maskapai tersebut menyatakan, lantaran persyaratan dokumen dan pemeriksaan untuk kedatangan dan keberangkatan yang terus berubah-ubah, mereka ingin menyederhanakan proses verifikasi kesehatan untuk membantu pelanggan mengetahui apa yang mereka butuhkan untuk melakukan perjalanan internasional berikutnya dengan aman.

Oleh karenanya, mereka akan menguji sebuah aplikasi digital, Travel Pass, yang dikembangkan oleh International Air Transport Association (IATA).

"Tujuannya, agar pelanggan dapat mengelola dokumentasi perjalanan digital mereka dengan lancar selama pengalaman perjalanan mereka," ucap Kepala Petugas Digital Air New Zealand, Jennifer Sepull.

Melansir laman Airline Ratings, setelah perbatasan dibuka kembali, perjalanan akan terlihat sangat berbeda, yaitu dengan data data kesehatan pelanggan yang perlu diverifikasi saat proses check in.

"Pada dasarnya, ini seperti sebuah sertifikat kesehatan digital yang dapat dibagikan dengan mudah dan aman dengan maskapai penerbangan. Ini akan memberikan ketenangan kepada pelanggan bahwa mereka memenuhi semua persyaratan untuk perjalanan ke berbagai negara di seluruh dunia bahkan sebelum mereka tiba di bandara tujuan," sebut Jennifer.

Air New Zealand

Mereka juga ingin meyakinkan kepada pelanggan bahwa perjalanan yang aman adalah salah satu prioritas mereka. Dengan aplikasi digital ini, pelanggan dapat yakin bahwa semua orang di dalam penerbangan telah memenuhi persyaratan kesehatan yang telah diterapkan oleh pemerintah.

"Dengan memiliki tempat untuk menyimpan semua kredensial kesehatan Anda secara digital di satu tempat. Ini tidak hanya akan mempercepat proses check-in, tetapi juga akan membuka potensi perjalanan tanpa sentuhan langsung," tuturnya.

Pihak Air New Zealand menyebut; "Privasi pelanggan adalah inti dari rancangan ini. Karena tidak ada basis data pusat yang menyimpan informasi pribadi, melainkan dibagikan sesuai kebijaksanaan wisatawan dengan cara yang aman dan terjamin,".

Sementara, Wakil Presiden Senior Bandara, Penumpang, Kargo, dan Keamanan, Nick Careen mengatakan, uji coba IATA Travel Pass dari Air New Zealand merupakan tonggak penting dalam memulai kembali perjalanan internasional di tengah pandemi Covid-19.

"Air New Zealand menunjukkan kepemimpinan industrinya sebagai salah satu maskapai penerbangan pertama di dunia yang menawarkan tiket perjalanan digital kepada penumpangnya," kata Nick.

Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.