Borobudur Highland Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru di Perbukitan Menoreh

Badan Otorita Borobudur atau BOB membangun kawasan wisata seluas 309 hektare di perbukitan Menoreh Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Letaknya sekitar 12 kilometer dari Candi Borobudur ke arah barat. Kawasan wisata itu bernama Borobudur Highland.

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Indah Juanita mengatakan, saat ini Borobudur Highland masih berupa hutan pinus di ketinggian 800 saampai 1.000 meter di atas permukaan laut. Nantinya, wilayah itu akan dikelola dengan rincian 50 hektare menjadi sertifikat hak pengelolaan lahan Badan Pelaksana Otorita Borobudur dan 259 hektare dalam bentuk kerja sama antara BPOB dengan Perum Perhutani selama 30 tahun, dan dapat diperpanjang.

"Perlu diketahui, Badan Otorita Borobudur tidak mengelola Candi Borobudur," kata Indah di Plataran Hotel Borobudur, Jumat malam, 12 Maret 2021. Badan Otorita Borobudur, menurut dia, bertugas sebagai pengintegrasi sistem, katalisator investasi, dan manajemen proyek. "Badan Otorita Borobudur berkolaborasi dengan banyak pemangku kepentingan di bidang pariwisata dan mendorong investasi pariwisata di kawasan pariwisata Borobudur."

Indah Juanita menjelaskan, nantinya Borobudur Highland dikembangkan dengan tema cultural eco-resort. Di sana tersedia 17 lot untuk investor hotel dan resort. Untuk tahap awal terdapat tujuh lot siap bangun, dan sisanya pada 2023. Pembangunan jembatan dan gerbang masuk kawasan dipersiapkan di 2021 dan 2022.

Wisatawan menikmati suasana matahari terbit di Punthuk Mongkrong, Giri Tengah, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Dataran Tinggi yang terletak di perbukitan Menoreh tersebut menjadi tempat favorit menikmati keindahan matahari terbit. 

Total kamar resort yang dibangun sekitar 1.050 unit dengan kapasitas maksimal tamu 500 ribu orang per tahun. Pengembangan Kawasan Pariwisata Borobudur merupakan kolaborasi dari beberapa kementerian dan lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi dan bisnis, akademisi, masyarakat, dan komunitas.

Biaya yang dibutuhkan untuk membangun kawasan wisata tersebut sekitar Rp 290 miliar yang mencakup jalan, air minum, sistem pengelolaan air limbah terpusat, sistem pengelolaan sampah. Ada pula ongkos untuk membangun infrastruktur telekomunikasi, listrik, dan tourism information center.

Indah Juanita melanjutkan, Badan Otorita Borobudur mengajak calon investor untuk berpartisipasi membangun Borobudur Highland melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha. "Borobudur Highland dapat membangkitkan sektor pariwisata di Indonesia secara lebih cepat karena mengakomodasi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara," kata Indah.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno yang hadir dalam pemaparan rencana pembangunan Borobudur Highland menyatakan Kawasan Pariwisata Borobudur sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas dikembangkan secara kolaboratif antara pemerintah dan swasta, serta stakeholder terkait. Kawasan ini sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas mencakup Destinasi Pariwisata Nasional Borobudur -Yogyakarta; Solo - Sangiran; dan Semarang - Karimun Jawa.

"Pengembangan sektor pariwisata ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah koridor Kendal - Semarang - Salatiga -Demak - Grobogan; kawasan Purworejo - Wonosobo - Magelang - Temanggung; dan kawasan Brebes - Tegal - Pemalang," kata dia.

Sandiaga Uno menambahkan, pemerintah telah membangun Yogyakarta International Airport dengan kapasitas 16 juta penumpang dan jalan tol trans Jawa yang meningkatkan aksesibilitas ke kawasan pariwisata Borobudur. Termasuk Gerbang Samudera Raksa di Kulon Progo yang rampung pada 2020 dan menjadi daya tarik wisata.


Sumber :Tempo.co

No comments

Powered by Blogger.