Cerita Adista Nisrina Maharani yang Rumahnya Dihuni Satu Keluarga Gaib


KEJADIAN-kejadian aneh kerap dialami keluarga Adista sejak mereka pindah ke rumah baru di Salatiga pada 2015 silam. Awalnya, semua berjalan tenang-tenang saja. Namun, pada pertengahan 2017, semuanya berubah. Dia ingat betul kejadian pertama yang mengawali teror mental keluarganya.

Saat itu, dia benar-benar sendirian di rumah dan tertidur di sofa di ruang tamu. Tepatnya di lantai bawah. Sekitar pukul 02.00, dia didatangi tiga sosok dari tiga arah. Yakni dari tangga, dapur, dan pintu masuk rumah. Ada perempuan tua, laki-laki tua, dan perempuan muda. Adista merasa sedang tidur, tapi kehadiran ketiga sosok itu terasa nyata.

Sosok kakek tersebut berkata kepada Adista. ”Jangan takut kalau di rumah sendirian,” katanya menirukan omongan si kakek. Lalu, sosok yang menyerupai nenek menawarkan diri untuk mengambilkan minum.

Yang membuatnya takut adalah ekspresi si wanita muda yang mengenakan baju putih. ”Ia tertawa ngeri begitu,” ungkapnya. Tak berselang lama, perempuan 16 tahun itu terbangun dan langung lari ke kamar.

Nah, setelah kejadian itu, hal ganjil selalu mendatanginya. Termasuk, saat sedang becermin di kamar. Tiba-tiba bayangan perempuan berpakaian putih itu muncul. Wajahnya tertutup rambut. Karena tidak kuat, dia memutuskan cerita ke bapaknya. Ternyata kejadian serupa dialami ayahnya. ”Ibu belum percaya kalau ada begituan di rumah,” ucapnya.

Kemunculan makhluk halus di rumah Adista sempat terhenti. Tepatnya sekitar 2019. Saat itu, dia dibawa ke paranormal. Dia diminta membaca Alquran dan berdoa setiap malam. Tapi, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Sebab, suara ketok-ketok, angin, dan orang berlarian terus terdengar di rumahnya.

Kali ini makhluk halus tak hanya mengganggu dirinya. Melainkan juga ibunya. Saat itu, ibunya sedang ganti baju di kamar. Namun, tiba-tiba merasa dicolek sosok yang tinggi dan besar. Seketika itu ibunya berteriak dan minta tolong. Teror terus berlanjut. Bedanya, sosok tinggi hitam tersebut selalu mendekati Adista. Alhasil, badan anak kedua di antara 3 bersaudara itu sering lemas, gemetaran karena ketakutan.

Penampakan pocong juga kerap terjadi. ”Pocongnya tinggi dan biasanya ada di kamar mandi,” kata Adista. Jadi, hampir setiap kali dia mandi, pocong tersebut selalu muncul. Selain penampakan, teror lainnya berupa bau sangit seperti ada sampah yang dibakar. Hal itu terjadi tidak hanya sekali saja, tapi berkali-kali.

Bahkan terdengar suara orang sedang melompat-lompat di atas kasur di kamar kakaknya di lantai 2. Padahal, saat itu kakaknya sedang pergi ke Bandung. Jadi, kata dia, suara mainan gagang pintu dan ketok-ketok itu sudah biasa.

Yang bikin merinding lagi, lanjut dia, beberapa bulan lalu sosok kakek itu juga sering menampakkan wujud kepada warga yang lewat depan rumah. Dari penuturan tetangga kompleks, sebelum subuh kakek tersebut selalu ngudang burung milik orang tuanya. Kebetulan, burung tersebut selalu ditempatkan di luar.

Kerena saking seringnya nampak ke warga, sosok kakek itu dikira anggota keluarga Adista. Saat itu juga, sangkar burung tidak lagi ditaruh di luar. ”Setelah itu, sudah jarang lagi nampak ke warga yang melintas,” terangnya.

Adistia lantas mendapat cerita, rumah di salah satu perumahan Salatiga itu dulunya rumah tua. Kemudian, dirobohkan dan dilakukan renovasi ulang. Nah, kata dia, sebelum direnovasi, rumah tua tersebut dihuni seseorang nenek. Dan saat itu, nenek tersebut meninggal di kamar mandi. ”Kalau kompleks ini dulu katanya kebun sawah gitu,” ucapnya.

Adista dan keluarga sebenarnya tidak diam saja saat diteror para makhluk gaib itu. Pembersihan juga pernah mereka lakukan. Bahkan terbilang sering. Termasuk, acara pengajian. Namun, makhluk yang ada di rumah tidak mau dipindah. Alasannya, dia lebih awal menghuni lokasi tersebut.


Sumber :JawaPos.com

No comments

Powered by Blogger.